Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jaminan Hari Tua - BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan Hari Tua - BPJS Ketenagakerjaan

Rekomendasi BPK Diharapkan Tidak Picu Kegaduhan di Pasar Bursa

Senin, 5 Juli 2021 | 11:35 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Rekomendasi yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar BPJS Ketenagakerjaan melakukan jual rugi alias cut loss enam saham yang menjadi portofolionya dinilai dapat berpotensi merugikan investor. Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad mengatakan, keputusan untuk melakukan cut loss maupun take profit sebenarnya sangat tergantung dari pergerakan harga di pasar.

”Namun kebijakan tersebut bersifat teknis dan merupakan kewenangan direksi dari BPJS. Karena salah satu kiat untuk melokasir risiko adalah dengan meminimalisasi capital loss pada portofolio saham,” ujarnya Senin (5/7).

Suparji menilai, rekomendasi cut loss maupun take profit akan berpengaruh terhadap laporan keuangan BPJS. Untuk itu, apapun tindakannya maka pejabat BPJS-lah yang berhak untuk memutuskannya.

Pasalnya, dampak dari rekomendasi cut loss oleh BPK maka akan berpengaruh pada kondisi pasar bursa di tengah pandemi saat ini. Artinya, saham-saham yang disebut oleh BPK nantinya akan sepi peminat alias investor ragu menanamkan investasi keenam saham tersebut.

"Kondisi ini merugikan bagi trader atau investor termasuk emiten yang disebutkan oleh BPK tersebut," kata dia.

Dia pun mengkhawatirkan, potensi investor takut dalam melakukan investasi, mengingat opini cut loss sejumlah saham tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan pasar. ”Karena itu, harus ada kehati-hatian dalam prosesnya. Agar tidak membuat gaduh di pasar bursa," katanya.

Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud. Foto: IST
Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud. Foto: IST

Sebelumnya mantan Direktur Utama BEI Hasan Zein Mahmud mengkritisi adanya instruksi BPK untuk melakukan cut loss ke enam saham yang menjadi portofolio BPJS Ketenagakerjaan. Keenam saham tersebut antara lain PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Dia menilai, BPK sebagai lembaga tinggi negara seharusnya mandiri dan bebas, memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara. Karena, menurutnya cut loss dan profit taking adalah terminologi teknis, jadi bila diucapkan oleh BPK akan berkonotasi komando.

Karena menurut Hasan, pelaksanaan cut loss dan take profit akan secara langsung berpengaruh terhadap kinerja keuangan BPJS. Selain itu, bisa langsung mempengaruhi realisasi rugi laba dan akan berdampak pada keuangan negara.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN