Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama DIM, Marsangap P. Tamba (kanan) dan Komisaris Utama DIM, Lukman Nur Azis (kiri). Foto: IST

Direktur Utama DIM, Marsangap P. Tamba (kanan) dan Komisaris Utama DIM, Lukman Nur Azis (kiri). Foto: IST

Reksa Dana Tetap Jadi Pilihan Investasi di Tengah Penurunan Suku Bunga

Jumat, 26 Februari 2021 | 22:14 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah penurunan suku bunga, reksa dana pasar uang tetap dapat menjadi opsi investasi, terutama karena karakteristiknya yang highly liquid dan low risk. Di sisi lain, turunnya suku bunga membuka cakrawala investasi pemodal untuk melihat kembali reksa dana pendapatan tetap maupun reksa dana saham.

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang seluruh dana kelolaannya diinvestasikan di instrumen pasar uang, dengan profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek. Reksa dana ini merupakan salah satu jenis investasi yang likuid, aman, dan cocok untuk investor yang ingin memulai untuk berinvestasi.

Belum lama ini, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI 7 days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps ke level 3,5%. Keputusan BI tersebut merupakan penurunan pertama pada tahun ini. Sebelumnya juga dipangkas 125 bps (1,25%) sepanjang 2020. BI 7 days Reverse Repo Rate kini berada di posisi terendah sejak diperkenalkan pada Agustus 2016 menggantikan BI Rate.

Penurunan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar. Secara umum, penurunan suku bunga biasanya akan membawa keuntungan untuk pasar saham dan obligasi karena penurunan ini berimbas pada penurunan cost of fund, sehingga diharapkan dapat menggairahkan pertumbuhan.

“Penting bagi investor untuk melakukan perencanaan keuangan, terutama dalam berinvestasi. Reksa dana pasar uang sesuai untuk investasi kurang dari setahun. Namun, kembali ke perencanaan keuangan tentunya kita perlu mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang, misalnya melalui reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham,” kata Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P. Tamba dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2).

Pada reksa dana pasar uang, DIM memiliki Danareksa Seruni Pasar Uang III yang memberikan imbal hasil sebesar 5,42% (YoY) per 22 Februari 2021. Sementara, salah satu reksa dana saham DIM yakni Danareksa Mawar yang memiliki underlying saham-saham LQ45 memberikan imbal hasil hampir 20% dalam enam bulan terakhir seiring pemulihan pasar.

“Luasnya cakupan produk DIM menjadi salah satu kekuatan DIM dalam melayani kebutuhan investor dengan profil risiko berbeda. Hal ini menuntut DIM sebagai manajer investasi menjalankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan pemilihan underlying asset sesuai kebijakan investasi setiap produk,” jelas Marsangap.

Sementara itu, sepanjang 2020, jumlah dana kelolaan di industri reksa dana tumbuh positif, meskipun di bawah 10%. Dari sisi jumlah investor, jumlah SID (single investor identification) investor reksa dana tumbuh pesat sebesar 78% menjadi lebih dari 3 juta SID yang terutama dari investor ritel. Pertumbuhan ini merupakan dampak dari perkembangan perusahaan keuangan berbasis teknologi (fintek) yang semakin memudahkan akses berinvestasi reksa dana.

“DIM memandang pertumbuhan investor ini sebagai hal yang sangat positif. DIM berharap reksa dana tetap dapat bertumbuh dalam berbagai kondisi pasar, khususnya dengan dukungan dari investor domestik,” tutur dia.

Lebih lanjut Marsangap mengatakan, sebagaimana perekonomian yang sehat, maka diperlukan penguatan basis investasi domestik, baik dari sisi jumlah nominal maupun jumlah investor. “Melalui edukasi berkelanjutan serta dukungan teknologi sebagai katalis pertumbuhan, akan terbangun optimisme bahwa kita akan terus tumbuh lebih baik ke depannya,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN