Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam)  terus merangkak naik. Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) terus merangkak naik. Foto: SP/Ruht Semiono

Reli Harga Emas, Saham Tambang Jadi Lirikan

Kamis, 23 Juli 2020 | 06:51 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Reli harga emas berlanjut. Pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), emas kembali mencetak rekor tertinggi sejak September 2011. Ketegangan AS- Tiongkok menjadi pendorong kenaikan emas yang dianggap safe haven di tengah saingannya dolar AS yang melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik US$ 21,2 atau 1,15% dan ditutup pada $1.865,10 per ounce pada Rabu (22/7/2020) waktu setempat. Sehari sebelumnya emas berjangka menguat $ 26,5 atau 1,46% menjadi $1.843,90per ounce.

"Emas sedang mengalami percepatan yang lebih tinggi dan itu terutama karena ketegangan geopolitik dengan Tiongkok. Tampaknya tidak ada akhir yang terlihat untuk eskalasi in," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Amerika Serikat memerintahkan Tiongkok untuk menutup konsulatnya di Houston, sementara sebuah sumber mengatakan Beijing sedang mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan sebagai pembalasan.

Saling balas antara Amerika Serikat dan Tiongkok kemungkinan akan semakin memperburuk prospek ekonomi global saat negara itu berada di bawah lonjakan Covid-19.

Suku bunga rendah dan gelombang stimulus untuk meredam ekonomi yang terkena virus telah mendorong harga emas, banyak digunakan sebagai asuransi terhadap meningkatnya ketidakpastian, sekitar 23%lebih tinggi sepanjang tahun ini.

Harga logam mulai lainnya juga menguat, seperti perak untuk pengiriman September naik $1,587 atau 7,36% menjadi $ 23,144 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik $38,5 atau 4,19% menjadi $957,4 per ounce

Saham Tambang

Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi mentor komunitas Investa, Hasan Zein Mahmud mengatakan, ada tujuh faktor yang membuat harga emas makin memanas, di tengah pandemi virus yang tetap mengganas:

[1] pertumbuhan ekonomi global yang lemah, bahkan banyak negara mengalami resesi.
[2] banjir stimulus tanpa batas
[3] geopolitik makin panas
[4] para bank sentral menumpuk cadangan emas
[5] ETF yang menggunakan underlying emas, terus beringas
[6] Indeks US Dollar yang terhempas

Kenaikan harga emas akan membuat saham tambang yang berbasis emas menjadi lirikan. Emiten di BEI yang core business nya terkait emas adalah:
[1] MDKA, laba, naik 1,24%
[2] PSAB, mulai laba, melonjak 24,59%
[3] SQMI, masih rugi, meloncat 9,29%
[4] BRMS, laba bersih, rugi operasi. Harga masih mentok di batas bawah Rp 50.

[5] ANTM, meskipun sudah nyaris bukan petambang emas, tapi lebih menjadi pedagang emas.

Saham-saham lain yang akan dilirik investor adalah emiten produsen nikel dan bauksit yang harganya ikut terkerek kenaikan harga emas.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN