Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT XL Axiata Tbk, anak usaha Axiata Group Bhd.

PT XL Axiata Tbk, anak usaha Axiata Group Bhd.

Resmi, Konsolidasi Aset Axiata Group dan Telenor Batal!

Farid Firdaus, Jumat, 6 September 2019 | 18:05 WIB

JAKARTA, investor.id – Axiata Group Bhd, induk usaha PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan Telenor Group sepakat mengakhiri diskusi terkait rencana pembentukan usaha baru (MergerCo), yang semula bertujuan untuk mengonsolidasikan aset infrastruktur telekomunikasi kedua perusahaan di Asia.

VP Telenor Group Communications Hanne Knudsen mengatakan, selama empat bulan terakhir, kedua pihak telah melakukan uji tuntas. Semula, penyelesaian perjanjian transaksi ditargetkan tuntas pada kuartal III-2019. Para pihak pun telah sepakat untuk mengakhiri diskusi karena adanya sejumlah kompleksitas yang terjadi dalam transaksi.

“Kedua perusahaan mengakui adanya alasan yang kuat saat transaksi konsolidasi diajukan. Kedua pihak tidak mengesampingkan bahwa transaksi di masa depan bisa dimungkinkan,” jelas Hanne dalam keterangan resmi, Jumat (6/9).

Seperti diketahui, Axiata Group Bhd yang merupakan induk usaha PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan Telenor Group awalnya berencana membentuk perusahaan baru untuk mengelola aset di Asia dengan kepemilikan 56,5% saham oleh Telenor dan 43,4% oleh Axiata. Jika berjalan sesuai rencana, perusahaan baru ini bakal mengelola sekitar 300 juta pelanggan dan memiliki aset terbesar dengan 60 ribu menara di seluruh Asia.

Perusahan baru itu direncanakan berkantor pusat di Kuala Lumpur dan sahamnya akan dicatatkaan di Bursa Efek Malaysia. Tujuan dari aksi ini juga menggabungkan Celcom Axiata Bhd dan Digi Telecommunication Sdn Bhd, yang mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh perusahaan baru tersebut.

Selain di Indonesia dan Malaysia, Axiata tercatat di Kamboja, Nepal dan Srilangka, serta bisnis menara telekomunikasi Edotco Group Sdn Bhd. Sementara jaringan operasi bisnis Telenor di Asia menyebar di Malaysia, Thailand, Bangladesh, Pakistan dan Myanmar.

Dalam keterangan resmi Telenor Mei lalu, hanya satu aset atau anak usaha Axiata yang tidak masuk dalam perjanjian merger, yakni Robi Axiata Ltd di Bangladesh. Adapun, penggabungan aset infrastruktur ini perkirakan menghasilkan pendapatan US$ 13 miliar dan laba sebelum bunga dan pajak (EBITDA) hingga US$ 5,5 miliar.

Sebelum pengumuman resmi pembatalan ini, sempat dikabarkan oleh sejumlah media di Malaysia rencana merger Axiata dan Telenor terbentur oleh kepentingan nasional. Selain itu sentimen negatif juga banyak menyelimuti rencana mega merger ini, salah satunya adalah isu pembatasan impor minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia oleh Uni Eropa.

Baru-baru ini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini berpendapat, pembahasan atas aksi rencana merger Axiata dan Telenor memang berjalan alot lantaran aksi tersebut sangat besar dan kompleks, walaupun pihaknya sempat mempercaya diskusi kedua pihak akan tetap berjalan.

Sementara itu, XL di Indonesia terlihat membuahkan kinerja positif tahun ini. Perseroan menargetkan di semester II-2019, perolehan laba mampu dua kali lipat dibanding realisasi semester I-2019.

Perseroan tercatat membukukan laba bersih senilai Rp 282,3 miliar pada semester I-2019, dibanding posisi rugi bersih semester I-2018 Rp 81,7 miliar. Raihan ini salah satunya dipicu oleh kenaikan pendapatan sebesar 10,9% menjadi Rp 12,2 triliun dari Rp 11 triliun.

Perseroan telah menyelesaikan 90% dari target pembangunan jaringan tahun ini atau setara 19 ribu base transceiver station (BTS) baru. Mayoritas pembangunan BTS berada di luar jawa. Sampai pengujung tahun ini, perseroan menargetkan jumlah BTS baru menjadi 21 ribu BTS. Alhasil, XL bakal memiliki lebih dari 135 ribu BTS di akhir tahun ini.

Selain BTS, perseroan juga rajin menggelar ekspansi jaringan serat optik atau fiberisasi. Langkah ini merupakan upaya perseroan untuk meningkatkan kapasitas layanan data. Hingga akhir tahun, XL berharap bisa memberikan layanan 4G ke total target 440 kota kabupaten. Dengan demikian, layanan XL akan mencapai sekitar 95% dari populasi di Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA