Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke 35 yang tercatat di pasar modal Indonesia. Dalam aksi ini, perseroan meraih dana segar sejumlah Rp 54 miliar. Foto: (Kiri) Komisaris Utama Perseroan Harris Muliawan (Kanan) Direktur Utama Perseroan Welly Thomas

PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke 35 yang tercatat di pasar modal Indonesia. Dalam aksi ini, perseroan meraih dana segar sejumlah Rp 54 miliar. Foto: (Kiri) Komisaris Utama Perseroan Harris Muliawan (Kanan) Direktur Utama Perseroan Welly Thomas

SAHAM SGER DIBUKA AUTO REJECT ATAS

Resmi Melantai di BEI, Sumber Global Energy Gunakan Dana IPO Saham Untuk Modal Kerja

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:07 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke 35 yang tercatat di pasar modal Indonesia. Dalam aksi ini, perseroan meraih dana segar sejumlah Rp 54 miliar.

Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas mengatakan, setelah resmi melantai di BEI, perseroan akan menggunakan keseluruhan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham untuk modal kerja guna memenuhi kontrak pengadaan batubara yang telah berjalan.

“Perseroan jug menggunakan sebagian dana IPO saham untuk modal kerja anak perusahaan tidak langsung yang diberikan dalam bentuk pinjaman. Nantinya dana tersebut digunakan untuk riset dan pengembangan energi terbarukan, serta proses ekstraksi dan oksidasi Mineral Logam Tanah Jarang,” ujar Welly dalam pembukaan perdagangan BEI, Senin (10/8).

Sementara itu, dalam aksi korporasinya ini, perseroan mencatat kelbihan permintaan (ovesrsubscribed) saham perseroan sebanyak 2,52 kali berdasarkan hasil bookbuilding di harga Rp 50 - Rp 480 dan harga per saham ditetapkan sebesar Rp 108.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengkategorikan saham perseroan menjadi saham syariah dan dilepas kepublik sebanyak 500 juta saham yang mewakili 30,05% modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana.

Selain mencatatkan sahamnya, perseroan menerbitkan waran seri I sebanyak 400 juta saham atau sebesar 34,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran. Setiap pemegang 5 saham perseroan berhak mendapat 4 waran seri I, dimana setiap waran bisa mendapatkan hak atas satu saham baru diharga Rp 125 per saham, sehingga total seluruh hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 50 miliar.

Dalam aksi korproasinya ini, perseroan telah menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan perseroan menunjuk PT Semesta Indovest Sekuritas untuk menjadi pelaksana emisi efek.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, setelah resmi melantai di bursa, manajemen perseroan diharapkan untuk mengembangkan generated intelegent, sebuah kapabilitas dimana manajemen mampu melihat kesempatan di tengah kondisi dan tantangan yang ada dengan meningkatkan inovasi dan kreativitas ditengah kondisi yang dinamis saat ini.

Kemudian, bursa juga meminta kepada jajaran direksi untuk menyusun resilient business plan, rencana strategi kedepan yang mampu mempertahankan sustainability dan going concern perusahaan. Selain itu, manajemen perseroan diharapkan menjalankan kegiatan secara lebih transparan, akuntable dan profesional, sehingga reputasi perusahaan dapat terjaga.

Sementara itu, pada perdagangan perdana saham SGER dibuka langsung auto reject atas (ARA) setelah melonjak Rp 37 (34,26%) menjadi Rp 145. Begitu juga dengan SGER-W dibuka menguat mejadi Rp 60 dengan level tertinggi mencapai Rp 91.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN