Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edward Lubis.

Edward Lubis.

Return Tinggi Bukan Segalanya, Simak Tips Berinvestasi Reksa Dana Yang Aman

Jumat, 20 Desember 2019 | 13:38 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belakangan ini tengah gencar memantau aktivitas pengelolaan dana pada instrumen investasi reksa dana, ini menyusul adanya sejumlah reksa dana yang melanggar ketentuan otoritas.

OJK pun telah melakukan suspensi terhadap produk-produk reksa dana yang dikelola sejumlah manajer investasi bermasalah tadi.

Tentunya, hal ini tak hanya merugikan para investor yang telah menempatkan investasi di produk-produk investasi tersebut, tetapi juga bisa membuat cemas calon investor yang akan berinvestasi di produk-produk reksa dana lainnya.

Namun, jangan khawatir terlalu lama! Berinvestasi di reksa dana masih aman dan terjamin kok, asal kamu jeli dalam memilih reksa dana. Terkait itu Bahana TCW Investment Management (BTIM) memberikan tips investasi aman di reksa dana.

Simak tips yang disampaikan Presiden Direktur BTIM, Edward Lubis berikut ini;

  1. Waspada terhadap investasi yang menjanjikan imbal hasil yang pasti

Manajemen Investasi yang baik dan benar tidak menjual produk investasi dengan iming-iming atau menjanjikan sebuah return atau imbal hasil yang pasti, terutama jika hasilnya tinggi. Pasalnya, return produk investasi bergantung pada kondisi market finansial yang sangat dinamis. Sehingga, Manajemen Investasi hanya boleh menunjukkan imbal hasil pada periode waktu yang sudah berjalan. Untuk itu, investor sebaiknya menghindari dan tak langsung percaya jika ada yang menjanjikan return sudah pasti dan tinggi.

  1. Kritis terhadap informasi mengenai reksa dana, khususnya portofolio aset dasar reksa dana seperti yang tercantum di fund fact sheet

Selalu perhatikan informasi mengenai produk reksa dana, sebelum  membeli. Informasi-informasi yang harus diperhatikan di lembar fakta reksa dana alias fund fact sheet misalnya, portofolio investasi apa saja yang tercantum pada produk reksa dana. Apakah portofolio investasi dialokasikan pada instrumen yang aman dan terjamin, atau justru dialokasikan pada saham-saham ‘gorengan’.

  1. Jangan segan-segan bertanya kepada Manajemen Investasi atau agen penjual mengenai reksa dana tersebut

Sebelum memutuskan membeli, jika merasa belum paham mengenai produk reksa dana yang akan anda beli, jangan malu untuk bertanya kepada Manajemen Investasi atau agen penjual seperti bank. Hal ini bertujuan untuk mencegah ‘beli kucing dalam karung’.

  1. Pastikan membeli produk dari Manajemen Investasi dan agen penjual yang terdaftar di OJK

Membeli produk dari manajemen investasi dan agen penjual yang terdaftar di OJK, dapat meminimalisir risiko dalam berinvestasi, karena manajemen investasi dan produk-produk investasi akan terawasi oleh regulator.

“Jadi, tak perlu takut berinvestasi di reksa dana, kenali produk dan risikonya. Yuk nabung reksa dana!” papar Edward.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN