Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. Foto: Centratama Group.

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. Foto: Centratama Group.

'Rights Issue', Centratama Bidik Dana Rp 2,54 Triliun

Kamis, 1 April 2021 | 11:26 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) membidik dana segar hingga Rp 2,54 triliun dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan maksimal 12,73 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham.

Saham baru akan dibagikan kepada para pemegang saham Centratama yang tercatat pada 11 Mei 2021. Setiap pemilik 1.780 saham lama perseroan akan memperoleh 727 HMETD.

Sesuai rencana, Clover Universal Enterprise Ltd selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan komitmen untuk melaksanakan sebagian HMETD yang dimiliki, yakni sebanyak 916,03 juta HMETD. Sisanya tidak akan dijual kepada pihak ketiga dan tidak akan dikeluarkan dari portepel. Sementara itu, EP ID Holdings Pte Ltd turut menyatakan komitmen untuk menyerap sebanyak 5,57 miliar HMETD.

“Jika saham baru yang ditawarkan dalam PUT IV ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisa saham baru dialokasikan kepada pemegang saham perseroan lainnya, yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan sebagaimana tercantum dalam sertifikat HMETD secara proporsional,” ungkap manajemen dalam pengumuman resmi.

Perseroan akan menyerap mayoritas dana hasil rights issue untuk setoran modal ke anak usahanya, PT Centratama Menara Indonesia (CMI). Nantinya, CMI akan menggunakan dana segar tersebut untuk belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan menara telekomunikasi dan kesempatan akuisisi guna perluasan dan penambahan portfolio menara telekomunikasi CMI.

Adapun Centratama Telekomunikasi hanya akan menyerap Rp 45 miliar dana rights issue sebagai modal kerja perseroan. Peseroan sebelumnya telah mengantongi izin pemegang saham atas rencana rights issue ini pada 15 Maret. Perseroan menargetkan bisa meraih pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei, sehingga HMETD bisa didistribusikan pada 25 Mei.

Jika seluruh pemegang saham melaksanakan haknya pada rights issue ini, maka struktur pemegang saham perseroan antara lain Clover Universal menjadi 40,97% dari sebelumnya 47,95%, EP ID Holdings menjadi 49,67% dari sebelumnya 43,80%, dan masyarakat menjadi 9,36% dari sebelumnya 8,25%.

Sebagai informasi, Clover Universal merupakan bagian dari private equity Northstar Group yang didirikan Patrick Walujo dan Glenn Sugita. Sementara itu, EP ID Holdings baru masuk menjadi pemegang saham Centratama pada 24 Februari 2021.

Ketika itu, EP ID Holdings membeli 11,94 miliar saham lewat transaksi negosiasi pada harga pembelian Rp 168 per saham. Dengan demikian, EP ID Holdings merogoh kocek hingga Rp 2 triliun dan langsung menguasai 38,3%. Selanjutnya, EP ID Holdings membeli lagi saham CENT sebanyak 1,71 miliar saham pada 10 Maret 2021 dengan nilai transaksi Rp 288 miliar. Alhasil, kepemilikan EP ID Holdings bertambah menjadi 43,79%.

Manajemen tak menjelaskan lebih lanjut latar belakang EP ID Holdings. Namun, kabar di pasar menyebutkan EP ID adalah kependekan dari Edgepoint Infrastructure Singapura, yang dikendalikan secara penuh oleh perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), Digital Colony.

Edgepoint Infrastructure merupakan hasil kemitraan strategis yang dibentuk antara Digital Colony dengan mantan CEO Edotco Group Sdn Suresh Sidhu. Perusahaan ini yang fokus berinvestasi, baik lewat jalan akuisisi maupun organik di sektor menara telekomunikasi wilayah Asia Pasifik.

Digital Colony dikendalikan oleh para eksekutif yang berpengalaman di industri menara global. Perseroan didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Sementara Digital Bridge dibentuk pada 2013 oleh Marc Ganzi, pendiri perusahaan menara, Global Tower Partners bersama Ben Jenkins, mantan eksekutif Blackstone Group.

Baru-baru ini, anak usaha Edgepoint Infrastructure, yakni PT EPID Menara AssetCo dinyatakan sebagai pemenang proses tender 4.200 menara telekomunikasi milik PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT). Transaksi penjualan menara Indosat yang senilai US$ 750 juta ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2021. Transaksi tersebut juga berpotensi menjadi salah satu penjualan menara telekomunikasi terbesar di Asia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN