Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Grup MNC. (Foto: Dok )

Ilustrasi Grup MNC. (Foto: Dok )

'Rights Issue' dan 'Private Placement', Bank MNC Siap Saingi Bank Digital

Kamis, 10 Juni 2021 | 06:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemegang saham menyetujui rencana PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, serta tanpa HMETD atau private placement. Penambahan modal ini untuk mendukung pengembangan bank digital.

Executive Chairman Bank MNC Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, dalam rights issue, Bank MNC akan melepas 14,23 miliar saham atau setara 10%. Rasionya 2:1. Itu berarti pemegang saham yang memiliki dua saham lama bisa membeli satu saham baru. Perseroan berharap mendapatkan pernyataan efektif rights issue pada 30 Juli 2021.

Hary mengungkapkan, sejauh ini cukup banyak investor yang bernegosiasi untuk menjadi investor strategis melalui rights issue tersebut. “Namun, kami mencari investor yang bisa memberikan nilai tambah, bisa bersinergi dalam membangun digital banking ke depannya," kata dia dalam paparan publik, Rabu (9/6).

Sementara itu, mengenai private placement, Hary menjelaskan bahwa rencana aksi korporasi itu belum akan dieksekusi tahun ini, tapi dicadangkan hingga semester I-2023. “Non-HMETD dicadangkan sebagai tambahan kebutuhan modal apabila strategi dalam menghimpun dana dan jumlah akun pemberian kredit secara digital berhasil," ucap dia.

Dari rights issue dan private placement ini, perseroan berharap bisa masuk BUKU III atau bank dengan modal inti di atas Rp 5 triliun. Saat ini, Bank MNC masih berstatus bank BUKU II dengan modal di bawah Rp 5 triliun.

Dengan modal inti tersebut, perseroan berharap bisa mendukung pengembangan bank digital melalui Motion Banking dan bisa bersaing dengan bank digital lain. Hary optimistis bisa bersaing dengan bank digital lain karena Bank MNC memiliki ekosistem yang mendukung. “Motion Banking memiliki ekosistem MNC Media yang jumlah pelanggan TV-nya dalam satu bulan bisa meningkat 300 ribu," ungkap dia.

Sementara, apabila bank digital tidak memiliki ekosistem, menurut Hary, akan sulit bersaing dengan bank digital lain. Sebab tanpa basis nasabah yang kuat, maka akan sulit untuk pembukaan akun baru. Untuk menarik nasabah baru membutuhkan promosi yang biayanya tidak murah. “Di Bank MNC, user bank sudah siap, sarana promosi luar biasa, sehingga dari sisi awareness bisa bersaing dengan bank digital lain," jelas dia.

Adapun salah satu promosi yang dilakukan Bank MNC adalah memberikan penawaran spesial bagi nasabah yang membeli paket UEFA EURO di MNC Vision, K-Vision, atau MNC Play. Setiap pembelian satu paket UEFA EURO akan mendapatkan cashback 100% dengan membuka rekening di Motion Banking.

Dengan basis pelanggan TV berbayar lebih dari 8 juta orang, Hary yakin bisa menjaring 50% dari jumlah tersebut. Karena itu, tahun ini, Bank MNC menargetkan bisa menjaring 10 juta nasabah. Dalam lima tahun ke depan, Bank MNC menargetkan bisa memiliki lebih dari 30 juta nasabah.

COO Motion Banking Teddy Tee menambahkan, sejauh ini, Motion Banking memiliki sejumlah fitur, yakni, online onboarding dengan liveness test berbasis AI, login biometrik dan manajemen kartu kredit. Ke depan, Motion Banking akan menawarkan aplikasi kartu kredit virtual yang disebut Motion Visa atau Motion Master, dengan keputusan kredit instan menggunakan credit scoring berbasis artificial intelligence.

“Ini tidak hanya menawarkan proses pembukaan kartu kredit yang sederhana, tetapi juga bisnis kredit yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kartu virtual memungkinkan pengguna untuk segera menggunakan kartu kredit untuk berbagai transaksi online dan transaksi dalam aplikasi,” jelas dia.

Untuk memperluas ekosistem, Motion Banking mengintegrasikan produk teknologi keuangan Grup MNC, termasuk aplikasi pembayaran digital bernama MotionPay, dengan fitur produk termasuk e-money, e-wallet, digital remittance, poin loyalitas, serta fitur QRIS.

"Selain kartu virtual, Motion Banking juga akan mengembangkan bisnis kreditnya dengan menawarkan integrasi seamless dengan berbagai perusahaan online P2P untuk channeling kreditnya," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN