Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

'Rights Issue', Energi Mega Bidik Dana Rp 1,8 Triliun

Kamis, 21 Januari 2021 | 23:27 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membidik dana segar hingga US$ 129,34 juta atau setara Rp 1,82 triliun dari penawaran umum terbatas (PUT) saham atau rights issue. Emiten minyak dan gas milik Grup Bakrie ini siap menerbitkan hingga 14,47 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 126 per saham.

Sesuai rencana, pembeli siaga dalam transaksi rights issue ini adalah PT Bakrie Kalila Investment. Periode pelaksanaan transaksi ditargetkan pada 25-31 Maret 2021.

Energi Mega akan menggunakan dana US$ 43,5 juta dari hasil rights issue untuk mengakuisisi 25% saham EMP Inc dari Kinross International Group Ltd. Adapun EMP Inc melalui anak usahanya memiliki dan mengoperasikan Blok Kangean di Jawa Timur. Perseroan juga akan menyerap US$ 43,59 juta untuk melunasi pinjaman kepada kreditor dan menggunakan US$ 42,24 juta untuk mendanai modal kerja aset-aset perseroan yang sudah beroperasi.

Direktur Utama dan CEO Energi Mega Persada Syailendra Bakrie mengatakan, setelah penyelesaian PUT, maka ENRG perseroan meningkatkan kepemilikannya di Blok Kangen PSC dari sebelumnya 50% menjadi 75%. Sepanjang 2020, blok Kangean berkontribusi 48% dari total produksi minyak dan gas perusahaan. Sementara rata-rata produksi di Kangean pada 2020 adalah 185 juta kaki kubik gas per hari.

“Oleh karena itu, peningkatan kepemilikan di Kangean akan berdampak positif terhadap total produksi minyak dan gas perseroan, serta kinerja pendapatan dan laba bersih,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (21/1).

Syailendra menambahkan, aksi pelunasan pinjaman kepada kreditur dari hasil rights issue juga diharapkan menurunkan beban bunga, memperkuat likuiditas, dan pencapaian laba bersih perseroan. Sedangkan hasil rights issue yang dialokasikan untuk modal kerja, salah satunya adalah mengembangkan aset migas di Blok Buzi EPCC, Mozambik, Afrika.

Direktur Keuangan Energi Mega Persada Edoardus Windoe mengatakan, selain strategi mengakuisisi aset migas, perseroan akan tetap fokus meningkatkan produksi aset-aset yang telah beroperasi. Selama ini, Blok Bentu dan Blok Kangean telah berkontribusi cukup besar terhadap produksi perseroan, dan pihaknya berharap mempertahankan kondisi tersebut. “Kami juga siap meningkatkan produksi dari aset migas lain, termasuk blok Malacca Strait,” ujar dia.

Chief Communication Officer Energi Mega Persada Adinda Bakrie menambahkan, aset Buzi EPCC di Afrika menunjukkan kemajuan yang menarik. Perseroan telah melakukan pengeboran di dua sumur yang rencananya akan selesai pada semester II-2021. Perseroan berharap Blok Buzi EPCC bisa mulai produksi gasnya pada 2024.

Energi Mega membukukan penjualan bersih US$ 239 juta hingga kuartal III-2020, naik 25% dibandingkan periode sama tahun 2019 sebesar US$ 191,99 juta. Seiring itu, perseroan membukukan laba bersih US$ 42,03 juta, melonjak 254% dari sebelumnya US$ 11,88 juta. Sementara, laba operasi tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 92 juta.

Perseroan juga mejaga rasio-rasio keuangannya tetap sehat, dengan debt to equity ratio di level 0,62 kali dan memiliki cash dan restricted cash hingga US$ 66,50 juta hingga September 2020.

Sebelumnya, Syailendra Bakrie mengungkapkan, secara internal, perusahaan akan terus berusaha meningkatkan produksi minyak dan gasnya melalui program pengembangan yang ada, menemukan cadangan minyak dan gas baru melalui aktivitas eksplorasi, dan menurunkan biaya terkait dengan melakukan efisiensi di seluruh lini organisasi perusahaan.

Selain inisiatif untuk pengembangan dari internal perusahaan, perseroan terus memantau kesempatan untuk mengakuisisi aset-aset baru yang dapat menambah nilai untuk portofolio bisnis perusahaan. Perseroan berupaya berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mencapai target produksi negara sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN