Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

CEO PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Rights Issue Rampung, Lippo Karawaci Raih Dana Rp 11,2 Triliun

Jauhari Mahardhika, Selasa, 16 Juli 2019 | 08:30 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estat terbesar di Indonesia berdasarkan aset dan pendapatan, hari ini mengumumkan penyelesaian penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue.

Perseroan berhasil menghimpun dana Rp 11,2 triliun untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek-proyek yang ada termasuk Meikarta, dan memulai strategi baru. Hal ini merupakan pencapaian penting dalam rencana perubahan perseroan.

Beberapa investor institusi global, termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, dan lainnya telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut. Para investor tersebut bersama investor lainnya telah menginvestasikan dana lebih dari US$ 230 juta di LPKR. Ini merupakan validasi kuat atas kembalinya keyakinan para investor pada fundamental jangka panjang perseroan, serta kemampuan manajemen untuk melaksanakan rencana transformasinya.

Keluarga Riady, yang memiliki 48,7% saham perseroan melalui PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan perusahaan anak bertindak sebagai pembeli siaga dan melaksanakan penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam perseroan.

Sejak pengumuman rencana transformasi Lippo Karawaci pada 12 Maret, perseroan telah menyaksikan harga sahamnya melambung dan obligasinya menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia.

Transformasi perseroan tepat waktu mengingat peringkat negara Indonesia baru saja ditingkatkan dan terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo memicu momentum pertumbuhan Indonesia, serta meningkatkan optimisme terhadap Lippo Karawaci sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia.

“Penawaran umum terbatas merupakan komponen integral dari transformasi strategis Lippo Karawaci. Kami sangat senang telah menerima dukungan kuat dari para pemegang saham,” kata CEO Lippo Karawaci John Riady dalam keterangan resmi, Selasa (16/7).

John menegaskan, keberhasilan menyelesaikan penawaran umum terbatas ini memberikan Lippo Karawaci pijakan keuangan yang lebih kokoh, serta memberikan fleksibilitas untuk mewujudkan strategi pertumbuhan perseroan. “Kami berterima kasih atas kembalinya kepercayaan pasar pada Lippo Karawaci sejauh ini dan kami akan terus fokus pada eksekusi serta menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tutur dia.

Lippo Karawaci yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perseroan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia, dengan total aset US$ 3,9 miliar per 31 Maret 2019. Bisnis inti perseroan terdiri atas pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan.

Perseroan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 36 kota, perseroan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.283 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perseroan publik yang tercatat di BEI, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, dimana Lippo Karawaci masing-masing memiliki saham 81% dan 62,7%, Lippo Karawaci mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, Lippo Karawaci juga memiliki 51,05% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia.

Lippo Karawaci juga memiliki dua REIT yang tercatat di Bursa Efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$ 1 miliar dan US$ 1,5 miliar per 31 Maret 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN