Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

'Rights Issue', Summarecon Siap Tawarkan 25% Saham

Rabu, 24 Februari 2021 | 05:49 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berencana melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan siap menerbitkan maksimal 3,6 miliar saham atau setara 25% dari modal disetor. Aksi ini diharapkan memperkuat struktur permodalan.

Summarecon akan meminta persetujuan pemegang saham mengenai rencana rights issue dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 1 April 2021. Harga pelaksanaan rights issue akan diumumkan kemudian. Adapun periode pelaksanaan, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak lebih dari 12 bulan setelah mendapat persetujuan dalam RUPSLB.

Rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan, sehingga memberikan dampak yang positif terhadap kegiatan usaha, kinerja perseroan, serta daya saing perseroan dalam industri properti dan hospitality di Indonesia,” jelas manajemen Summarecon dalam keterangan resmi, Selasa (23/2).

Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing, menurut manajemen, diharapkan pula dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih perseroan. Pada akhirnya, hal tersebut akan memberikan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham. Selain itu, penambahan modal ini memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, karena bisa terkena efek dilusi kepemilikan saham.

Sebagai informasi, Summarecon terakhir kali menggelar rights issue pada 2012. Ketika itu, perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp 1.550 per saham. Bila rights issue tahun ini terlaksana, maka akan menjadi rights issue kedua perseroan. Adapun harga rata-rata saham SMRA dalam 90 hari terakhir sebesar Rp 768. Jika menggunakan asumsi harga tersebut, maka rights issue perseroan tahun ini bisa senilai Rp 2,7 triliun.

Tahun ini, Summarecon menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar. Ekspansi perseroan tersebut, salah satunya diharapkan bisa mendukung target pra-penjualan (marketing salestahun ini sekitar Rp 3,5 triliun.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung Jemmy Kusnadi mengatakan, capex perseroan akan digunakan untuk mengakuisisi lahan dan pengembangan properti investasi. Perseroan optimistis terhadap prospek pasar properti tahun ini dengan menaikkan marketing sales sekitar 6% dari realisasi 2020 yang sebesar Rp 3,3 triliun.

“Kami menargetkan sekitar 60% dari marketing sales berasal dari penjualan landed house. Untuk pembelian lahan, kami juga harapkan bisa menopang marketing sales tahun ini,” jelas dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Summarecon termasuk salah satu emiten properti yang menikmati pertumbuhan properti perumahan. Realisasi marketing sales 2020 tercatat melebihi target perseroan yang telah direvisi sebesar Rp 2,5 triliun. Hal ini berkat rangkaian produk yang banyak diluncurkan pada kuartal IV-2020.

Perseroan melalui Summarecon Serpong menggenjot penjualan dengan menawarkan hunian Klaster Baroni menjelang akhir 2020. Hunian ini dikhususkan untuk kalangan milenial atau pasangan muda. Klaster ini didesain dengan konsep compact home berwawasan lingkungan dan desain arsitektur yang modern serta minimalis.

Pada kuartal IV-2020, Summarecon juga berkolaborasi dengan Toyota Housing Corporation Ltd (Toyota) menggarap hunian Harumi Homes di Summarecon Emerald Karawang, Jawa Barat. Aliansi bisnis ini membuahkan dua klaster hunian sehat bergaya Jepang.

Sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2018, Summarecon dan Toyota menargetkan membangun dua klaster dengan total sebanyak 550 unit. Pada November 2020, klaster pertama Harumi Homes diluncurkan dengan kapasitas 332 unit. Summarecon Emerald Karawang dikembangkan di atas lahan seluas 40 hektare (ha).

Proyek Summarecon Karawang tersebut diperkirakan akan terbantu oleh rencana pemerintah membangun akses tol dari Sentul menuju Karawang pada 2021. Pengembangan infrastruktur lain yang melintasi karawang juga kian digenjot pemerintah, termasuk kereta cepat Jakarta-Bandung.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN