Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Medco Energi Internasional Tbk. Foto: Laporan tahunan.

PT Medco Energi Internasional Tbk. Foto: Laporan tahunan.

'Rights Issue' Tuntas, Medco Raup Dana Rp 1,8 Triliun

Jumat, 25 September 2020 | 12:25 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 1,87 triliun. Rights issue ini memperkuat modal kerja perseroan di tengah harga minyak yang rendah akibat pandemi.

Medco telah menggelar penawaran sebanyak 7,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Jumlah itu setara 41,85% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Aksi korporasi ini berlangsung selama 8-24 September 2020. Setelah rights issue, jumlah saham beredar perseroan menjadi 25,06 miliar saham.

PT Medco Daya Abadi Lestari sebagai pengendali 50% saham Medco Energi menyerap 3,58 miliar saham baru atau setara Rp 895,98 miliar. Sementara, Diamond Bridge Pte Ltd sebagai pemegang 21,38% saham Medco mengambil 1,53 miliar saham baru atau setara Rp 383,06 miliar.

Dana segar dari rights issue akan digunakan untuk modal kerja perseroan, beserta anak usaha, yaitu Medco E&P Natuna Ltd, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Rimau, PT Medco E&P Malaka, PT Medco E&P Lematang, PT Medco E&P Tarakan, Medco Energi Bangkanai Ltd, Medco Energi Sampang Pty Ltd dan Ophir Indonesia (Madura Offshore) Pty Ltd.

Perseroan optimistis mempertahankan kondisi likuiditas dengan baik selama pandemi. “Alhamdullilah, kami tidak ada masalah likuiditas, strategi saat ini adalah dengan menjaga biaya produksi minyak dan gas (migas) rata-rata di bawah US$ 10 per boe,” kata Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro kepada Investor Daily.

Sementara itu, Medco berniat melakukan pelunasan lebih awal empat seri obligasi perseroan senilai Rp 2,7 triliun, yang akan jatuh tempo pada 2021. Perseroan terlebih dahulu akan meminta izin pemegang obligasi lewat Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang dijadwalkan pada 26-27 Oktober 2020.

Empat surat utang yang akan dilunasi tersebut antara lain Obligasi Berkelanjutan III tahap II tahun 2018 dan Obligasi Berkelanjutan III tahap I tahun 2018. Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan II tahap VI tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2016.

Divestasi Aset

Sejak 2017 hingga saat ini, Medco melakukan divestasi aset secara selektif yang masuk program rasionalisasi portofolio. Semisal, pada anak usaha perseroan, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang proses divestasi telah berjalan selama 2018-2020 dengan nilai transaksi US$ 464 juta.

Seperti diketahui, Medco mengakuisisi 50% saham PT Amman Mineral Investama (AMIV), pengendali tidak langsung 82,2% saham AMNT pada November 2016 dengan total nilai transaksi US$ 650 juta. AMNT semula dikenal dengan nama PT Newmont Nusa Tenggara, yakni operator tambang tembaga dan emas Batu Hijau seluas 25 ribu hektare di Sumbawa.

Pada 2018, Medco melakukan monetisasi pinjaman AMIV kepada perseroan dengan jalan mengkonversi utang tersebut menjadi saham. Saat itu, terjadi pula transaksi pertukaran 50% saham AMIV menjadi 39,35% saham PT Amman Mineral Internasional (AMI), pengendali langsung AMNT. Kemudian, Medco berhasil melepas 10% kepemilikan saham AMI kepada PT Sumber Mineral Citra Nusantara dengan nilai US$ 202 juta pada 2020.

Sumber Citra telah membayar US$ 10 juta pada 7 April 2020, dan sisa pembayaran akan dibayar sebelum 31 Maret 2021. Medco tak menyebut informasi spesifik mengenai Sumber Mineral Citra. Manajemen hanya menegaskan, perusahaan ini tidak terafiliasi dengan perseroan.

“Selanjutnya, ada opsi tambahan penjualan kepemilikan 10% saham AMNT yang bergantung dengan waktu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham,” jelas manajemen Medco.

Adapun karena tahun lalu perseroan mengalami kerugian, saat ini manajemen melakukan upaya sinergi aset-aset. Medco turut melakukan strategi efisiensi dan belanja operasional perseroan.

Tahun ini, Medco Energi memangkas target belanja modal menjadi di bawah US$ 240 juta. Prediksi tersebut diikuti dengan target produksi minyak dan gas (migas) sebesar 100-105 mboepd dengan biaya tunai produksi di bawah US$ 10 per boe, dan target penjualan dari bisnis kelistrikan sebesar 2.600 gigawatt hour (GWh).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN