Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Manajemen PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO)

Manajemen PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO)

Rights Issue, Yelooo Integra Datanet Bidik Dana Rp 183,20 M

Selasa, 2 November 2021 | 14:18 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) akan menggelar penambahan modal dengah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik dana sebesar Rp 183,20 miliar.

Berdasarkan keterangan resmi, Selasa (2/11/2021), jumlah saham baru yang ditawarkan perseroan sebanyak 1,83 miliar saham atau 80% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan Waran Seri I.

Direktur Utama Yelooo Integra Datanet Wewy Suwanto mengatakan, rights issue perseroan sudah dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar bursa efek mulai tanggal 12 November 2021 sampai dengan 18 November 2021, dengan keterangan bahwa HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 69,85% saham PT Abdi Harapan Unggul (AHU) milik PT Artalindo Semesta Nusantara ASN) dengan setoran dalam bentuk inbreng dengan saham perseroan sebanyak 695 juta saham.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 69,85% saham PT Abdi Harapan Unggul (AHU) milik PT Artalindo Semesta Nusantara ASN) dengan setoran dalam bentuk inbreng dengan saham perseroan sebanyak 695 juta saham.

“Kemudian, digunakan untuk mengakuisisi 28% saham AHU milik Roby Tan atau sejumlah 280.000 saham AHU. Serta sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” ujar Wewy.

Lebih lanjut, bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT I ini sesuai dengan HMETD‐nya, akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 80% setelah pelaksanaan HMETD.

Jika saham yang ditawarkan dalam penawaran rights issue pertama tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya seperti tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD.

Kemudian jika masih tersisa jumlah saham baru yang tidak dilaksanakan dan atau diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka Roby Tan sebagai pembeli siaga akan membeli sebanyak-banyaknya 280.000.000 saham.

“Langkah akuisisi tersebut merupakan bagian dari inovasi perusahaan yang pada tahun sebelumnya mengalami penurunan yang signifikan karena pandemi Covid-19. Melalui platform Passpod, Perseroan berencana merubah segmentasi ke pelanggan dalam negeri dengan market WFH dan menambah layanan digital produk paket data operator lokal,” ujar dia.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN