Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pakuwon. Foto: IST

Pakuwon. Foto: IST

Rilis 'Global Notes' US$ 300 Juta, Pakuwon Patok Bunga 4,87%

Senin, 3 Mei 2021 | 23:18 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menerbitkan surat utang global (global notes) sebesar US$ 300 juta dengan bunga 4,87%. Penerbitan notes ini bertujuan untuk melunasi (refinancing) surat utang yang diterbitkan sebelumnya.

Surat utang yang baru diterbitkan pada 29 April 2021 dan akan jatuh tempo pada 2028. Surat utang itu dijamin oleh anak perusahaan, yaitu PT Artisan Wahyu, PT Elite Prima Hutama, PT Grama Pramesi Siddhi, PT Pakuwon Permai, PT Pakuwon Sentosa Abadi, PT Permata Barlian Realty, dan PT Dwijaya Manunggal.

"Dalam penerbitan surat utang ini, UBS AG cabang Singapura dan Goldman Sachs (Singapura) bertindak sebagai initial purchasers, sedangkan The Bank of New York Mellon cabang London bertindak sebagai trustee bagi para pemegang surat utang," jelas manajemen Pakuwon dalam keterangan tertulis, Senin (3/5).

Sehubungan dengan penawaran surat utang tersebut, perseroan telah menandatangani indenture pada 29 April 2021 bersama dengan anak usaha penjamin dan trustee. Adapun hasil penawaran surat utang akan digunakan untuk melunasi surat utang yang diterbitkan pada 14 Februari 2017 senilai US$ 250 juta. "Sisanya untuk keperluan korporasi umum,” ungkap manajemen.

Sementara itu, hingga akhir 2020, Pakuwon membukukan pendapatan sebesar Rp 3,97 triliun, menurun 44,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,2 triliun. Sedangkan EBITDA mencapai Rp 2,05 triliun, 48,6% dibanding tahun sebelumnya Rp 3,92 triliun.

Meski mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak pandemi, rasio laba Pakuwon untuk 2020 masih tetap terjaga double digit yakni 30%. Selain itu, arus kas tetap kuat dan positif sehingga mampu mendukung kebutuhan belanja modal maupun ekspansi anorganik.

Komposisi pendapatan tahun 2020 terdiri atas recurring revenue 58% dan development revenue 42%. Hal ini konsisten dengan strategi untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue.

Adapun recurring revenue tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun, menurun 37,7% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 3,63 triliun. Sementara, development revenue tahun 2020 mencapai Rp 1,67 triliun, sedangkan tahun lalu sebesar Rp 3,5 triliun.

Berdasarkan pendapatan per segmen, kontribusi terbesar didapatkan dari retail leasing dan kondominium masing masing 44% dan 28%, landed houses 12%, office leasing 7%, hotel dan serviced apartments 7%, serta office sales 2%.

Pada 2020, perseroan mengucurkan belanja modal untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Kota Kasablanka Phase 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall phase 3 dan 4 East Coast Mansion serta pembelian tanah mencapai Rp 874 miliar. Selain itu pada akhir November 2020, perseroan melakukan pembelian Hartono Mall Yogyakarta, Marriott Hotel Yogyakarta dan Hartono Mall Solo dengan nilai keseluruhan  sebesar Rp 1,23 triliun.

Sementara itu, tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN telah mendorong kenaikan marketing sales pada kuartal I-2021 sebesar Rp 427 miliar, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Nilai marketing sales tersebut ekuivalen dengan 30,5% dari target perseroan tahun 2021 yang sebesar Rp 1,4 triliun. Tahun 2020, perseroan mencatatkan pencapaian marketing sales Rp 1,02 triliun, yang bersumber dari penjualan kondominium 60%, landed houses 37%, dan office 3%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN