Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Royalindo Investa Wijaya. Foto: Perseroan.

PT Royalindo Investa Wijaya. Foto: Perseroan.

Royalindo Investa Targetkan Dana Rp 94,8 Miliar dari IPO

Gita Rossiana, Rabu, 1 Januari 2020 | 17:44 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Royalindo Investa Wijaya berencana menambah permodalan dengan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Target dana yang bisa dihimpun dari IPO tersebut sebesar Rp 94,8 miliar.

“Royalindo Investa Wijaya berencana IPO dengan menawarkan 861,82 juta saham. Harga pelaksanaan dari IPO tersebut Rp 110 per saham,” ungkap Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, perseroan menerbitkan 861,82 juta waran seri I atau 20% dari total jumlah saham yang ditempatkan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham. Setiap pemegang satu saham berhak memperoleh satu waran seri I. Adapun pemegang satu waran seri I berhak membeli satu saham perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per saham. Nilai dari hasil pelaksanaan waran seri I adalah senilai Rp 94,8 miliar.

Perseroan mendapatkan pernyataan efektif IPO pada 27 Desember 2019. Kemudian, masa penawaran umum dilakukan pada 31 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020. Adapun pencatatan saham dan waran di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 13 Januari 2020. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Royalindo Investa Wijaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang  perdagangan, real estat, dan jasa konsultasi manajemen. Perseroan saat ini memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Semangat Bangun Nusantara, PT Mulia Arta Nusantara, dan PT Semangat Pangeran Abadi.

Sementara itu, BEI mencatat ada 55 emiten baru yang mencatatkan sahamnya sepanjang 2019. Hal ini membuat total jumlah emiten di BEI pada pengujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan.

BEI juga berhasil menjaring emiten dari berbagai sektor dengan raihan dana IPO yang bervariasi. Raihan IPO paling kecil adalah aksi PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PJMS) yang bergerak di bisnis diler otomotif dengan nilai Rp 17,2 miliar.

Adapun aksi IPO terbesar adalah PT Asuransi Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) senilai Rp 4,76 triliun. Namun, dikarenakan saham IPO Sinarmas MSIG adalah saham divestasi atau bukan saham baru, maka predikat aksi IPO terbesar pada 2019 disematkan kepada PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) yang mengantongi dana Rp 1,25 triliun. 

Di sisi lain, masih ada 30 perusahaan pada daftar pipeline IPO BEI. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan dasar valuasi laporan keuangan mulai Mei 2019 hingga September 2019. Dari 30 perusahaan, sebanyak dua perusahaan mengajukan pembatasan informasi. 

Dengan demikian, 28 perusahaan yang mengantre untuk melangsungkan IPO antara lain PT Alamanda Investama, PT Graha Belitung Utama, PT Era Graharealty, PT Royalindo Investama Wijaya, PT Pratama Widya, PT Karya Bersama Anugerah, dan PT Diamond Citra Propertindo. 

Kemudian, PT Perintis Properti, PT Andalan Sakti Primaindo, PT Lancartama Sejati, PT Makmur Berkah Amanda, dan PT Pakuan. Mereka masuk dalam kelompok emiten sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan. 

Di sektor keuangan, PT Bank Amar Indonesia menjadi satu-satunya yang berada dalam daftar. Sedangkan di sektor infrastruktur dan transportasi, ada PT Putra Rajawali Kencana dan PT Batulicin Nusantara Maritim.

Selanjutnya PT Esta Multi Usaha, PT Nara Hotel Internasional, PT Tourindo Guide Indonesia, PT Agro Yasa Lestari, PT Cahaya Bintang Medan, PT Aesler Grup Internasional, PT Metro Healthcare Indonesia, dan PT Molly Sentosa Indonesia merupakan calon emiten pada kelompok perdagangan, jasa dan investasi. 

Sejalan dengan itu, di sektor konsumsi terdapat PT Diamond Food Indonesia, PT Era Mandiri Cemerlang, dan PT Cipta Selera Murni. Adapun PT Cisadane Sawit Raya menjadi satu-satunya perusahaan siap IPO dari sektor pertanian.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA