Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi di PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (foto ist)

Kegiatan produksi di PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (foto ist)

RPA Baru Widodo Makmur Siap Genjot Produksi 10 Kali Lipat

Senin, 22 Februari 2021 | 19:49 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - Rumah potong ayam (RPA) baru milik PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) siap memproduksi 12.000 ekor ayam per jam atau 10 kali lipat dari RPA terdahulu. Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, beroperasinya RPA baru sejalan dengan strategi usaha perseroan yang fokus pada segmentasi bisnis RPA.

"RPA baru perseroan akan memproduksi ayam 10 kali lebih banyak daripada RPA terdahulu. RPA baru ini siap mendorong total produksi hingga 110.740 ton pada 2021," kata Direktur Utama Widodo Makmur Unggas (WMU), Ali Mas'adi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (22/2).

Ali mengungkapkan, RPA WMU terdahulu yang berlokasi di Jambakan, Jawa Tengah, memiliki kapasitas produksi 1.500 ekor ayam per jam atau setara 6.500 ton ayam per tahun. Sedangkan RPA baru yang terletak di Wonogiri diproyeksikan mampu memotong 50,4 juta ekor per tahun.

Ali Mas'adi menjelaskan, WMU fokus pada segmentasi RPA antara lain karena didukung kinerja karkas yang merupakan sumber tertinggi laba perusahaan. Per 30 Juni 2020 (audited), karkas menjadi produk dengan penjualan tertinggi WMU, yakni mencapai Rp 446 miliar atau 87,7% dari total penjualan senilai Rp 508 miliar. Per 30 Juni 2020, WMU memproduksi karkas hingga 16 ribu ton.

Ali optimistis WMU mampu menorehkan kinerja positif pada 2021 sebagaimana perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif pada 2020. Per Desember 2020, WMU mencatatkan pendapatan Rp 1,1 triliun (unaudited), melonjak dibanding tahun sebelumnya Rp 576,72 miliar.

Dia menambahkan, RPA terbaru WMU diprediksi menjadi RPA terbesar di Indonesia. WMU didukung sesama lini bisnis dalam Widodo Makmur Perkasa Group. Untuk membangun RPA tersebut, WMU menggelontorkan investasi Rp 600 miliar.

Bisnis sektor RPA, menurut Ali Mas'adi, memiliki prospek cerah, didorong oleh belum terpenuhinya permintaan pelanggan atau off taker. "Karena itu, perseroan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam segmentasi bisnis ini karena tingkat pemenuhan terhadap permintaan pelanggan belum mencapai 100%," papar dia.

RPA WMU, kata Ali, memproduksi tujuh jenis hasil olahan, yakni karkas (carcass), potongan (parting), daging ayam tanpa tulang (boneless), daging giling atau bubur daging ayam (mechanically deboned meat), serta kulit dan produk samping (ceker, kepala, ati ampela, usus, bulu ayam, dan lainnya).

 

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN