Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Martua HK Panggabean, dari Bank BRI. Sumber: BSTV

Martua HK Panggabean, dari Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Rupiah akan Bergerak di 14.000-14.150

Gora Kunjana, Kamis, 14 November 2019 | 10:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi melemah 18 poin atau 0,13% menjadi Rp14.097 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.079 per dolar AS.

Martua HK Panggabean, dari Bank BRI dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di program IDX Opening Bell, Kamis (14/11/2019) mengatakan, pelemahan rupiah lebih karena dipengaruhi berbagai faktor global, seperti perang dagang AS-Tiongkok.

“Dari sisi domestik, keinginan investor terhadap government bond Indonesia masih cukup bagus, di mana net inflow year to date masih 170 triliun sampai 11 November kemarin, namun memang ada ekspektasi trade balance Indonesia yang belum membaik. Ekspektasinya masih minus US$ 400 triliun dari posisi September di US$ 160 triliun,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BRI.

Rupiah. Foto: IST
Rupiah. Foto: IST

Kemudian, lanjut dia, dari sentiment global, trade war mengalami kemunduran. Menurut dia, hal ini isu yang cukup besar karena Trump membantah pernyataan Tiongkok bahwa keduabelah pihak telah sepakat mencabut tarif. Lalu, pernyataan Trump di economic event bahwa Tiongkok melakukan kecurangan dalam perdagangan internasional, ditambah ancaman Trump terhadap Uni Eropa yang dianggapnya curang dengan memberikan subsidi pada Airbus, serta Negara-negara lain yang dianggap mengambil manfaat dari AS tanpa timbal balik. Juga ada berita di Hong Kong yang belum membaik dan terus memanas 7 bulan ini, dan ekonomi Hong Kong sudah mengalami kontraksi sebesar minus 3,2% di kuartal 3-2019.

“Jadi secara umum itu kondisi global kurang menguntungkan bagi Indonesia terutama dari sisi nilai tukar,” katanya.

Martua HK Panggabean, dari Bank BRI. Sumber: BSTV
Martua HK Panggabean, dari Bank BRI. Sumber: BSTV

Martua memprediksikan rupiah dengan kondisi saat ini masih akan bergerak di level 14.000-14.150. Menurut dia, rupiah benar-benar menunggu kondisi trade war apakah akan semakin memanas atau ada kesepakatan antara AS-Tiongkok.

“Kalau ada sentimen membaik terkait trade war ya kemungkinan besar rupiah akan menguat kembali ke level 14.000, kalau kembali memanas ya rupiah diekspektasikan akan bergerak ke level sekitar 14.100 lah,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA