Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Rupiah akan Bergerak di Kisaran 14.100-14.200

Gora Kunjana, Selasa, 3 Desember 2019 | 10:38 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (3/12/2019) melemah 7 poin atau 0,05% menjadi Rp14.132 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.125 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (3/12/2019) mengatakan, rupiah kemarin melemah karena sentiment langkah Tiongkok membalas UU yang disepakati Amerika terkait dengan Hong Kong yang menimbulkan efek negatif.

“Kedua, kelihatannya dolar index mulai bergerak menguat kemarin ini menyebabkan tekanan di regional currencies yang kemudian diantisipasi dengan semacam pelemahan rupiah,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank CIMB Niaga.

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Adrian menambahkan pelemahan rupiah bisa juga dilihat dari faktor domestik. Investor luar melihat dengan telah dilakukannya suku bunga sebanyak 4 kali dan pelonggaran moneter, namun bond market ketika itu tidak bergerak. Ini menunjukkan impresi bahwa bond market memang sudah pada valuasi yang maksimum.

Dengan bergesernya nilai rupiah, lanjut dia, investor luar kemudian mulai melakukan aksi jual. Dan, itu yang kemudian terefleksi dalam pelemahan nilai rupiah.

“Hari ini pun demikian karena auction conventional bond sudah tidak ada lagi karena seluruh kebutuhan untuk menutup defisit itu telah dipenuhi dari auction sebelumnya minggu lalu,” katanya.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Ini, lanjut Adrian, menyebabkan tekanan lagi pada rupiah bisa dilihat bond market dari yiel 10 tahun itu sudah naik dari 7,05-6 dua hari lalu, sekarang sudah mencapai 7,15, 7,16. Ini telah merefleksikan terjadi arus jual.

Menurut Adrian, aksi jual masih akan berlanjut karena dari sudut flow sudah tidak ada lagi flow ke dalam karena auction sudah tidak ada. Kedua, aspek valuasi sudah mencapai titik maksimum. Ketiga, menjelang akhir tahun biasanya terjadi rebalancing. Diharapkan rebalancing berada di titik positif.

“Saya perkirakan rupiah berpotensi bergerak pada level 14.100-14.200,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA