Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BNI

Rupiah akan Bergerak di Level 14.080-14.140

Gora Kunjana, Senin, 2 Desember 2019 | 10:32 WIB

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi (2/12/2019), terpantau melemah tipis ke kisaran Rp 14.100 per dolar AS.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (2/12/2019) memperkirakan rupiah hari ini kemungkinannya melemah. Namun, pelemahannya masih cenderung terbatas. Karena sentimen yang ada di luar Indonesia secara global masih cenderung negatif.

“Kita lihat akhir pekan lalu kerusuhan di Hong Kong kembali terjadi demo terkait hasil pemilu meskipun dimenangkan oleh kelompok pro demokrasi. Namun hal ini belum direspon positif oleh para pemimpin Hong Kong. Ini yang membuat rupiah cenderung melemah,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BNI.

Rupiah Melemah
Teller menghitung lembaran rupiah di sebuah kantor cabang bank di Jakarta.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Selain itu, lanjut Puguh, perang dagang AS-Tiongkok yang cenderung kembali memanas masih jadi sentimen negatif. Namun ada sentiment positif yang membuat pelemahan rupiah terbatas. Yakni adanya penurunan harga minyak mentah yang cukup signifikan, mendekati level US$ 55 per barel, dan hari ini juga turun di sekitar US$ 56 per barel. Ini membuat sentimen positif untuk pergerakan rupiah.

“Rilis data PMI Tiongkok akhir pekan lalu juga membuat sentimen di kawasan Asia masih positif,” ujar Puguh.

Dengan semua sentimen tersebut, Puguh memprediksikan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 14.080-14.140. Dengan kecenderungan rupiah akan melemah. Namun ada potensi rupiah ditutup menguat jika rilis data CPI Indonesia membaik, meskipun ekspektasi pasar cenderung mengalami sedikit penurunan ke level 3,06%.

Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

Sementara itu dari dalam negeri, Puguh menilai rupiah masih terkait rilis data ekonomi di mana hari ini akan data rilis data CPI dan PMI manufaktur.

Adapun untuk rupiah di akhir tahun, Puguh menjelaskan bahwa rupiah saat ini sudah ada di posisi yang bagus. Dan ini akan berlanjut hingga akhir tahun nanti. Meskipun rupiah masih berpotensi tertekan menjelang Pemilu di Inggris, mendekati level 14.200.

“Namun di akhir tahun ada potensi rupiah akan kembali di level 14.050 sampai 14.150,” katanya. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA