Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah akan Menguji Level di Bawah 13.600

Gora Kunjana, Jumat, 17 Januari 2020 | 10:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Jumat pagi (17/1/2020) melemah 7 poin atau 0,05% menjadi Rp13.650 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi Rp13.643 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (17/1/2020) mengatakan, rupiah ke depan sentimennya masih baik atau positif secara global maupun domestik dengan data-data ekonomi yang cukup baik.

Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza
Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri. Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza

“Kita optimistis sepanjang dua-tiga pekan ke depan rupiah masih akan stabil di kisaran 13.600-13.700. Mungkin akan menguji level di bawah 13.600, apabila dari global tidak ada volatilitas yang signifikan,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Rully melihat dalam dua-tiga hari terakhir ini rupiah selain menguat terhadap dolar AS, trennya terhadap beberapa mata uang lainnya seperti dolar Singapura, yen Jepang, juga terhadap euro dan pounsterling trennya juga terus menguat.

Karena, menurut dia, ada beberapa data cukup baik seperti data neraca perdagangan yang dirilis pekan ini terjadi defisit yang jauh di bawah ekspektasi.

“Sepanjang 2019 lalu, defisit nya turun cukup signifikan sekitar US$ 3 miliar dibanding 2018 yang mencapai US$ 8-9 miliar. Cadangan devisa juga terus menguat, lanjut inflasi juga stabil, masih ada ruang Bank Indonesia untuk melakukan kebijakan yang akomodatif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully mengatakan, hari ini pasar forex masih menunggu apa yang akan dilakukan atau sinyal-sinyal yang dilakukan Bank Indonesia dalam rapat dewan gubernur yang akan digelar minggu depan.

“Saya melihat BI akan tetap akomodatif, karena masih ada peluang bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin  di 4,75%,” katanya.

Sementara dari perdagangan obligasi, Rully mengatakan pada awal-awal tahun 2020 ini pasarnya masih sangat positif, capital inflows-nya juga cukup besar hampir di atas Rp 10 triliun sudah masuk sejak 1 Januari.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA