Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Rupiah Dipengaruhi Sentimen Trade War, The Fed, dan Resesi

Gora Kunjana, Kamis, 28 November 2019 | 10:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi (28/11/2019) melemah 5 poin atau 0,04% menjadi Rp14.100 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.095 per dolar AS.

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV dalam acara IDXOpening Bell di Jakarta, Kamis (28/11/2019) mengatakan, pelemahan rupiah pagi ini relatif stabil jika dibandingkan penutupan sebelumnya.

“Hal itu senada dengan  NDF yang juga diperdagangkan agak sedikit ke kiri di level 14.140 pagi ini dibandingkan penutupan kemarin pada 14.144,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BRI. 

Menurut dia, ada tiga hal yang perlu dicermati terkait pergerakan rupiah. Yaitu, perkembang perang dagang AS-Tiongkok yang belum jelas, kemudian rilis notulen rapat kebijakan moneter the Fed yang semakin hawkish, dan resesi yang terjadi di beberapa Negara berkembang yang turut mempengaruhi keputusan investor.

“Sementara dari dalam negeri terutama data inflasi yang kita perkiraan tetap stabil itu akan membuat nilai positif rupiah terhadap dolar,” ujarnya.

Teguh mengatakan pergerakan rupiah selama sebulan ini relatif stabil. Sebab kondisi ekonomi dalam negeri yang sangat  bagus dan juga dalam beberapa pekan terakhir ini, rupiah juga diperdagangkan mixed  terhadap mata uang lainnya.

Jika dilihat data historikal, kata Teguh, rupiah cendrung menguat di awal tahun. Karena ada capital inflow. “Jadi kemungkinan besar rupiah akan menguat di kuartal I tahun depan masih terbuka lebar,” katanya.

Teguh memperkirakan akhir pekan besok, rupiah akan mencoba menembus level support 14.085, jika 14.085 itu tembus rupiah akan bisa mencoba ke level 13.000. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA