Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran 13.985-14.045

Rabu, 11 Desember 2019 | 10:35 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Rabu pagi tadi menguat 11 poin atau 0,08% menjadi Rp14.009 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.020 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.985 per dolar AS hingga Rp14.045 per dolar AS.

"Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan akan menguat terbatas," kata Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Antara.

Dari eksternal, pejabat Tiongkok mengharapkan Presiden AS Donald Trump untuk menunda kenaikan tarif yang terancam ditetapkan pada hari Minggu (15/12), sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan antara kedua pihak.

AS sendiri telah menambah tarif bea masuk 25% untuk produk-produk Tiongkok senilai US$ 250 miliar dan 15% retribusi atas impor Tiongkok senilai US$ 110 miliar selama perang dagang yang sudah berlangsung sekitar 20 bulan.

Rencananya tarif baru akan mulai berlaku pada 15 Desember terhadap produk-produl impor dari Tiongkok senilai US$ 160 miliar termasuk barang-barang konsumen seperti smartphone dan mainan.

Di luar pembahasan tarif, masalah yang diperdebatkan dalam pembicaraan saat ini adalah desakan AS bahwa Tiongkok harus melakukan peningkatan pembelian pertanian, yang disebut Trump sebagai komponen terbesar dari kesepakatan fase satu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN