Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK CIMB NIAGA

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran 14.070-14.100

Gora Kunjana, Selasa, 19 November 2019 | 10:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa pagi (19/11/2019) melemah 12 poin atau 0,09% menjadi Rp14.091 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.079 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (19/11/2019) mengatakan, rupiah memang kecenderungannya melemah. Karena faktor sentimen perang dagang AS-Tiongkok dan yang kedua adalah angka GDP Indonesia yang sangat lemah.

Rupiah Melemah
Teller menghitung lembaran rupiah di konter bank Danamon, Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengkonfirmasi momentumnya menurun dan bahkan konsumsi rumah tangga 55% atau 56% dari GDP di kuartal ketiga kemarin kalau kita buat faktor musiman itu terlemah pertumbuhannya sepanjang 9,5 tahun terakhir,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank CIMB Niaga.

Menurut dia, disposable income atau pendapatan yang bisa dibelanjakan oleh rumah tangga memang semakin turun. Ini memberikan sentimen negatif terhadap pasar uang dan beberapa hari lalu atau beberapa minggu lalu pernah mencapai 13.900 mungkin melemah ke 14.100, naik sedikit tapi kecenderungannya menurun. 

“Jadi kelihatannya rupiah ini akan bergerak di range 14.070-14.100,” ujarnya.

Ia mengatakan dolar AS agak stabil karena ditopang beberapa faktor. “Euro memang melemah, yen fluktuatif , yuan juga stabil. Jadi beberapa major currencies yang menjadi denominator dari dolar index itu cenderung tidak bergerak. Jadi dolar memang stabil,” ucapnya.  

Adrian Panggabean, Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sumber: BSTV
Adrian Panggabean, Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sumber: BSTV

Mengenai sentimen terkait rupiah minggu ini, Adrian menilai sentimen dari luar tidak ada. Karena perang dagang sedikit banyak semua orang sudah tahu, demikian juga terkait brexit. Jadi terkait aspek geopolitik tidak banyak.

“Mungkin sentimen yang lebih banyak mempengaruhi hari ini adalah lelang obligasi konvensional. Kelihatannya target penyerapan hari ini bisa mencapai Rp 15 triliun, ini mungkin sedikit mendukung nilai rupiah. Tapi saya juga tidak begitu yakin animo offshore investor untuk masuk ke local currency bond Indonesia akan banyak hari ini,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN