Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Candra Kusuma, Head of Bank Notes Bank BNI. Sumber: BSTV

Candra Kusuma, Head of Bank Notes Bank BNI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BNI

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran 13.900-14.000

Gora Kunjana, Senin, 6 Januari 2020 | 09:42 WIB

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (6/1/2020), melemah 18 poin atau 0,13% menjadi Rp13.948 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.930 per dolar AS.

Candra Kusuma, Head of Bank Notes Bank BNI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di Program IDXOpening Bell, Senin (6/1/2020) mengatakan, pelemahan rupiah pagi ini memang cenderung dipengaruhi faktor geopolitik di Timur Tengah.

“Kejadian pekan lalu memang mempengaruhi. Kami memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 13.900-14.000,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BNI.

Rupiah Melemah
Rupiah Melemah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Candra Kusuma mengatakan, rupiah untuk tahun ini diperkirakan akan ada di kisaran 13.600-14.520. Yang menjadi faktor utama, menurut dia, masih kondisi perang dagang AS-Tiongkok.

“Yang baru faktor geopolitik AS-Iran juga akan menjadi sentimen pasar. Selain itu juga ada momen besar tahun ini adanya Pemilu atau pemilihan Presiden di Amerika, kemudian ada Brexit,” ujarnya.

Sementara terhadap mata uang lainnya, Candra mengatakan, rupiah di regional masih akan tetap baik seperti tahun sebelumnya.

“Rupiah year on year tahun kemarin ada di 2,8%, merupakan performance terbaik no 3. Saya prediksikan dengan ekonomi Indonesia yang semakin baik, juga inflasi yang rendah, pasti rupiah akan tetap berada di level 3 ini,” katanya.

Candra Kusuma, Head of Bank Notes Bank BNI. Sumber: BSTV
Candra Kusuma, Head of Bank Notes Bank BNI. Sumber: BSTV

Sedangkan mengenai perdagangan obligasi di sepanjang 2020, Candra mengatakan sekarang ini cukup ramai.

Menurut dia, kinerja perdagangan obligasi tahun lalu cukup menggembirakan di mata investor. “Jadi tahun ini obligasi masih jadi pilihan yang menarik para investor. Berdasarkan prediksi pasar obligasi ini masih akan menarik karena ada kemungkinan pemangkasan suku bunga satu-dua kali tahun ini,” jelasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN