Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran 13.920-14.000

Gora Kunjana, Kamis, 27 Februari 2020 | 09:42 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Kamis pagi (27/2/2020) melemah 10 poin atau 0,07% menjadi Rp13.950 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.940 per dolar AS.

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDXOpening Bell di Jakarta, Kamis (27/2/2020) mengatakan, rupiah dibuka melemah hari ini disebabkan faktor eksternal.

Rupiah Melemah
Teller menghitung lembaran rupiah di salah satu konter bank nasional, Jakarta.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“Awal pekan ini rupiah juga melemah bergerak di range 13.770-13.790 terkoreksi dibanding awal tahun sebesar 0,36%. Hari ini kami mempresiksikaan rupiah akan bergerak di 13.920-14.000,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BRI.

Teguh menambahkan bahwa rupiah diprediksi akan bergerak di level 13.900 sampai 14.000.

Menurut Teguh, sebenarnya volatility rupiah cukup terjaga dan itu merupakan faktor yang penting untuk menarik investor asing untuk tetap menjaga dananya di Indonesia. Sentimen lain adalah tingkat konsumsi domestik Indonesia yang sebesar hingga mencapai 60% terhadap pertumbuhan ekonomi juga cukup penting.

Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV
Teguh Sulistiyono, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

“Ketika konsumsi itu bagus pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga akan bagus. Kemudian BI juga menurunkan suku bunga acuannya pada minggu lalu dari 5% menjadi 4,75%, ini menunjukkan komitmen pemerintah concern terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN