Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BNI

Rupiah Diprediksi Bergerak di Rentang 13.650-13.780

Gora Kunjana, Senin, 3 Februari 2020 | 10:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (3/2/2020) melemah 50 poin atau 0,37% menjadi Rp13.705 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi Rp13.655 per dolar AS.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (3/2/2020) mengatakan pergerakan rupiah pekan lalu sejak awal sudah mengalami tekanan dan pasar cenderung berlaku aman menjelang pertemuan FOMC.

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“Rupiah mengalami tekanan juga karena virus korona yang semakin mengkhawatirkan dengan korban sudah lebih dari 200 orang. Bukan hanya rupiah, mata uang di kawasan Asia atau emerging market cenderung mengalami tekanan. Selain itu ada juga aksi sell off di pasar obligasi dan pasar saham sehingga IHSG cenderung mengalami penurunan. Keluarnya capital outflow juga membuat rupiah cenderung tertekan di akhir pekan lalu,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BNI.

Puguh Andik memrediksikan rupiah hari ini akan bergerak cenderung melemah di rentang 13.650-13.780.

“Karena kalau kita lihat sentimen yang mempengaruhi masih dari virus korona. Karena saat ini kasusnya sudah lebih dari 17 ribu dan meninggal sudah di atas 300 jiwa. Bahkan terakhir sudah ada korban meninggal di Filipina, atau korban meninggal pertama di luar Tiongkok,” ujarnya.

Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik, Treasury Research Analist Bank BNI. Sumber: BSTV

Menurut Puguh, virus korona ini masih akan menjadi sentimen utama penggerak pasar sampai akhir pekan ini.

Sementara dari dalam negeri, langkah BI menahan suku bunga acuan dinilai Puguh cukup positif. Karena keputusan itu membuat investor asing masih tertarik berinvestasi di dalam negeri.

Demikian juga langkah yang sama The Fed, menurut Puguh, efeknya juga positif. Meskipun mereka menahan suku Bungan acuan Fed ke depan memproyeksikan akan ada sekali lagi pemangkasan suku bunga di tahun ini, jika melihat pernyataan Jerome Powel pasca pengumuman.

“Bahkan setelah pengumuman The Fed banyak capital inflow yang masuk ke dalam pasar obligasi Indonesia, hal ini tentu akan positif untuk pergerakan rupiah ke depan,” katanya.
 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN