Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
M Asidiq Iswara, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

M Asidiq Iswara, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah Diprediksi Bergerak di Rentang 13.700-13.800

Gora Kunjana, Jumat, 21 Februari 2020 | 10:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi menguat 20 poin atau 0,15% menjadi Rp13.730 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.750 per dolar AS.

M Asidiq Iswara, VP Treasury Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV dalam acara IDXOpening Bell, Jumat (21/2/2020), mengatakan, setelah tiga hari beruntun melemah, posisi rupiah hari ini cukup baik. Di tengah terjangan virus korona yang tengah melanda perkenomian, rupiah dibuka menguat di 13.700-an.

Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza
Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri. Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza

“Untuk perdagangan hari ini rupiah akan bergerak kira-kira di kisaran 13.700 sampai 13.800,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Asidiq menilai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% memberikan efek yang cukup baik terhadap mata uang rupiah. Terbukti kemarin rupiah menguat sedikit dari posisi siang di 13.785 ke 13.750. Dia melihat tren rupiah akan kembali membaik dalam beberapa hari ke depan.

M Asidiq Iswara, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV
M Asidiq Iswara, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

“Langkah yang diambil Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin itu sudah sangat baik. Kita lihat fundamental ekonomi Indonesia juga cukup baik di mana neraca transaksi berjalan, cadangan devisa, dan inflasi yang termaintain membuat perekonomian Indonesia cukup baik menahan serangan-serangan sentimen global seperti virus korona,” katanya.

Asidiq menambahkan, rupiah di kawasan secara year to date selama Januari-Februari  terhadap mata uang regional lainnya seperti dolar Singapura, bath Thailand, dan ringgit Malaysia dan sebagainya, masih juara.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN