Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Abdul Hadie, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Abdul Hadie, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat di Range 14.100-14.160

Gora Kunjana, Jumat, 4 Oktober 2019 | 09:55 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat sebesar 36 poin atau 0,25% menjadi Rp14.137 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.173 per dolar AS.

Abdul Hadie, VP Treasury Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (4/10/2019) mengatakan, pagi ini rupiah menguat terhadap dolar AS disebabkan oleh beberapa faktor terutama data ekonomi dari AS.

“Data jobsless claim dan non-PMI Manufacturing AS semalam menunjukkan indikasi adanya pelemahan atau perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Ekspektasi kita hari ini adalah rupiah akan cenderung menguat di level sekitar 14.100 sampai 14.160,” katanya saat ditemui di dealing room Bank Mandiri.

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Mata uang asing lainnya, kata Hadie, juga cenderung menguat terhadap dolar AS. Sementara rupiah terhadap mata uang selain dolar, misalnya terhadap dolar Singapura stabilitasnya masih di level 10.250-10.270, kemudian terhadap yuan di 1.970-1.986. Namun khusus  mata uang yen terhadap dolar AS masih menjadi safe haven.

Lebih jauh Abdul Hadie mengatakan ada dua faktor yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Yaitu faktor global dan domestik. Di faktor global, masih fokus pada data-data ekonomi AS yang akan keluar pada hari ini. Kemudian data pergerakan harga minyak dunia, dan juga ekspektasi pasar terkait dengan rencana pemangkasan suku bunga Fed Fund Rate di pertemuan FOMC tanggal 30 Oktober 2019.

Abdul Hadie, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Abdul Hadie, VP Treasury Bank Mandiri. Sumber: BSTV

“Perkembangan hingga hari ini sebagian besar pasar ekspektasinya atau memforcast sekitar 85% aka nada pemangkasan suku bunga acuan Fed Fund rate sebesar 25 basis poin,” ujarnya.

Sedangkan dari faktor domestik, lanjut Hadie, tidak terlalu banyak sentimen. Di awal bulan ini pemerintah sudah mengumumkan tingkat inflasi yang sesuai dengan ekspektasi pasar yang masih terjaga sehingga sentimen positif terhadap penguatan rupiah masih berlanjut hari ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA