Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Rupiah Diprediksi Melemah Terbatas di Kisaran 13.640-13.700

Gora Kunjana, Kamis, 13 Februari 2020 | 10:08 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Kamis pagi (13/2/2020) menguat tipis satu poin atau 0,01% menjadi Rp13.673 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.674 per dolar AS.

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDXOpening Bell, Kamis pagi (13/2/2020) mengatakan, rupiah terus menguat karena sejumlah sentimen.

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Yakni, pertama dari global adanya pernyataan Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed Jerome Powell, Selasa lalu yang menyatakan bahwa level ekonomi AS masih cukup kuat, tidak memberikan tanda-tanda resesi.

Selain itu juga pemberlakukan tariff yang akan diberlakukan Februari nanti oleh Tiongkok terhadap barang-barang AS, dan itu diprediksi akan diikuti oleh AS dengan menurunkan tariff impor untuk barang-barang Tiongkok sekitar US$ 120 juta.  

“Kemudian dari dalam negeri rilis cadangan devisa yang naik di US$ 131,7 miliar itu juga membuat sentiment positif kepada rupiah,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BRI.

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV
Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Hindarsih menambahkan, jika The Fed mempertahankan sikap dovish-nya, diperkirakan investor akan masuk ke aset-aset berisiko karena investor berekspektasi penurunan suku bunga itu akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan perekonomian.

“Kita lihat juga kemungkinan FFR cut rate ternyata  hanya di level 8,3% jadi pasar masih memperkirakan akan steady di kisaran 1,5-1,75%,” ujarnya.

Hindarsih memprediksi rupiah hari ini akan cenderung melemah terbatas di kisaran 13.640 sampai di 13.700.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN