Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rupiah Lesu di Tengah Harapan Damai Perundingan Rusia-Ukraina
Sumber: Antara

Rupiah Lesu di Tengah Harapan Damai Perundingan Rusia-Ukraina Sumber: Antara

Rupiah Ditutup Kembali Menguat di Bawah Bayang-bayang Lonjakan Inflasi

Kamis, 29 September 2022 | 15:14 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Inflasi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6.27 persen. Angka ini jauh dari proyeksi Pemerintah yang menargetkan inflasi di bawah 5 persen. Selain itu diprediksi Bank Indonesia akan terus menaikkan suku bunga acuan sampai 5 persen di tahun ini.

Sementara itu, musim dingin di belahan dunia Barat diprediksi akan membuat inflasi di negara barat naik. Di Indonesia sendiri, musim hujan dan libur Natal dan liburan tahun baru 2023 sendiri diperkirakan akan mendorong inflasi. 

Inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi menjadi tantangan bagi negara-negara di seluruh dunia. Baru-baru ini Bank Dunia menurunkan lagi proyeksi pertumbuhan Tiongkok dan Asia pada umumnya. Perang antara Rusia dan Ukraina pun masih terus berlanjut. Namun masih ada peluang perekonomian Indonesia tumbuh di tengah tantangan global tersebut. 

Baca juga: Berikut Kurs Dolar AS di Bank dan Money Changer Hari Ini

Adapun, dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 3 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 30 poin dilevel Rp 15.263 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.266.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat tipis di rentang  Rp. 15.240 - Rp. 15.300,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Secara terpisah, Presiden Joko Widodo mengapresiasi penurunan rupiah sekitar 7% di tahun ini lebih baik daripada mata uang Asia lainnya.

Baca juga: Pasar Kripto Sukses Move On Imbas Pelemahan Indeks Dolar AS

Di sisi lain, dolar AS melanjutkan pergerakannya yang tampaknya tanpa henti lebih tinggi serta intervensi Bank of England ke pasar obligasi menghilang.

Bank of England mengumumkan pembelian obligasi darurat pada hari Rabu, mencoba untuk menopang pasar emas yang telah merosot, bersama dengan pound, setelah pemerintah Inggris yang baru mengumumkan pemotongan pajak yang substansial, kemungkinan didanai oleh pinjaman yang besar.

Ini akan memberi tekanan pada BoE untuk mengumumkan kenaikan suku bunga substansial pada pertemuan berikutnya di awal November, jika terus mengesampingkan kenaikan darurat. Penampilan dari pejabat Bank of England David Ramsden, Silvana Tenreyro, dan Huw Pill pada hari Kamis akan diawasi dengan ketat.

Baca juga: Rupiah Mulai Menguat 35 Poin ke Posisi Rp 15.232 Per Dolar AS

Kemudian, mata uang tunggal juga dibebani oleh eskalasi krisis energi zona euro baru-baru ini, dengan penjaga pantai Swedia mengumumkan telah menemukan kebocoran gas keempat pada pipa Nord Stream yang rusak. Uni Eropa menduga sabotase berada di balik kebocoran pipa yang membawa gas dari Rusia ke Eropa dan telah menjanjikan tanggapan "kuat" terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energinya.

Selain itu, sejumlah pejabat Fed menegaskan kembali minggu ini bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga tajam tahun ini, karena berjuang untuk memerangi inflasi yang mencapai puncak 40 tahun.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com