Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah Hari Ini Diprediksi di Kirasan 14.080-14.090

Gora Kunjana, Jumat, 29 November 2019 | 09:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Jumat pagi (29/11/2019) melemah 13 poin atau 0,09% menjadi Rp14.103 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.090 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (29/11/2019) mengatakan, meski rupiah pagi ini dibuka sedikit melemah namun masih relatif stabil, di kisaran 14.090-14.095.

“Beberapa hari terakhir rupiah mencoba menembus ke level 14.100. Ditutupnya masih di kisaran 14.080-14.090.  Untuk pekan ini sendiri kita melihat rupiah masih cukup stabil mendekati 14.090-14.100,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza
Teller menghitung lembaran rupiah di kantor cabang Bank Syariah Mandiri. Foto ilustrasi: Investor Daily/ David Gita Roza

Rully mengatakan, sepanjang bulan November ini rupiah cenderung stabil dibanding bulan-bulan sebelumnya. Di bulan Oktober rupiah sempat menembus di bawah 14.000, di 13.900-an. Sementara di November rupiah bergerak di kisaran 14.000-14.100.

Menurut dia, secara umum data-data ekonomi mixed namun relatif masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Yang agak sedikit di luar ekspektasi adalah data current account deficit yang lebih besar dibanding apa yang kita perkirakan, ini yang sedikit memberikan tekanan. Namun di sisi lain, dari sisi inflasi, pertumbuhan ekonomi sudah sesuai dengan ekspektasi kita. Trade balance-nya ternyata surplus,” paparnya.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Lebih jauh Rully mengatakan, terkait memanasnya kembali hubungan dagang AS-Tiongkok menyusul dukungan Trump terhadap UU HAM di Hong Kong, market sudah terbiasa dengan maju-mundurnya hubungan AS-Tiongkok.

“Mungkin akan ada tekanan ya tapi tidak akan terlalu besar. Dengan perkembangan terakhir Trump mendukung aksi demo di Hong Kong memang agak sedikit kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya bahwa dalam waktu dekat akan segera tercapai trade deal. Tapi memang dari market sudah diantisipasi, sudah terbiasa dengan ketidakpastian itu,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA