Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah Hari Ini Diprediksi di Kisaran 13.800-13.850

Gora Kunjana, Jumat, 10 Januari 2020 | 10:08 WIB

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (10/1/2020) menguat 41 poin atau 0,3% menjadi Rp13.813 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi Rp13.854 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (10/1/2020) mengatakan, rupiah tahun ini masih akan relatif stabil di bawah level 14.000, meski ada sentimen geopolitik Timur Tengah.

Rupiah. Foto ilustrasi: IST
Rupiah. Foto ilustrasi: IST

“Sepekan ini rupiah relatif stabil meski terjadi fluktuasi akibat meningkatnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Memang meningkatnya geopolitik di Timur Tengah yang berisiko adalah harga minyak yang di awal pekan sempat menyentuh level US$ 70 per barel. Tapi hari ini sudah turun di US$ 65. Untuk Indonesia yang merupakan importer minyak terdampak. Rupiah di awal pekan sempat diperdagangkan di atas 13.900 mendekati 14.000,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Rully menilai kondisi di Timur Tengah saat ini masih sangat rapuh. Masih sulit diprediksi bagaimana Iran membalas serangan AS. Meski saat ini agak mereda namun masih harus diwaspadai.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analist Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Menurut Rully, sentimen positif global masih lebih besar dibanding 2019 jika melihat The Fed yang akomodatif, juga ekspektasi trade deal di 15 Januari mendatang.

“Kondisi global tahun ini masih lebih baik dibanding tahun 2019. Penurunan suku bunga memang tidak akan seagresif tahun lalu tapi ruang untuk penguatan untuk rupiah juga dari yieldnya sendiri masih sangat positif,” katanya.

Rully memperkirakan rupiah di semester pertama akan relatif stabil di bawah level 14.000. Sementara rupiah untuk hari ini, ia memprediksikan rupiah ada di kisaran 13.800-13.850.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA