Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Rupiah Kamis Sore Menguat 65 Poin di 13.995

Gora Kunjana, Kamis, 12 September 2019 | 18:35 WIB

JAKARTA, investor.id - Seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, pergerakan rupiah pada Kamis sore ini menguat 65 poin atau 0,45% menjadi Rp13.995 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.060 per dolar AS..

Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Presiden AS Donald Trump menunda kenaikan tarif yang direncanakan untuk barang Tiongkok setelah negeri tirai bambu itu mengecualikan tarif bagi sejumlah barang AS.

"Situasi itu meredakan ketegangan antara kedua belah pihak saat mereka bersiap untuk pembicaraan di Washington pada Oktober mendatang," katanya.

Ibrahim mengemukakan bahwa Amerika Serikat sepakat untuk menunda kenaikan tarif terhadap impor Tiongkok senilai US$250 miliar yang sedianya dimulai pada 1 Oktober menjadi 15 Oktober 2019.

Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimen pasar relatif netral. Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang menyusun rencana pengembangan 10 kota metropolitan baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi 5,7% sebagai target jangka panjang.

"Strategi itu dinilai sesuai dengan RPJMN 2020-2024 yang mentargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% hingga 6%," paparnya.

Ia memprediksi pergerakan rupiah pada akhir pekan pada Jumat (13/9) besok akan bergerak di kisaran Rp13.980-Rp14.060 per dolar AS dengan kecenderungan menguat terbatas.

Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra menambahkan membaiknya sentimen perang dagang memicu minat pelaku pasar terhadap aset berisiko meningkat.

"AS dan Tiongkok sama-sama memberikan gesture dan indikasi bahwa kedua negara bersedia berdialog dan bernegosiasi untuk mengakhiri perang dagang," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.052 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.063 per dolar AS.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN