Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK MANDIRI

Rupiah Masih akan di Kisaran 14.050-14.100

Gora Kunjana, Jumat, 15 November 2019 | 09:47 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi menguat 20 poin atau 0,14% menjadi Rp14.068 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.088 per dolar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst   Bank Mandiri dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDX Opening Bell, Jumat (15/11/2019) mengatakan, meski rupiah pagi ini dibuka sedikit menguat namun riskonya masih cukup besar, volatilitasnya masih cukup tinggi.

Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari global maupun domestik. Dari global, kata dia, negosiasi dagang AS-Tiongkok masih belum ada kepastian terkait bagaimana penyelesaiannya secara komprehensif.

Penguatan Rupiah
Petugas menata tumpukan uang rupiah di Bank Rakyat Indonesia, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

“Melihat data terakhir  perang dagang ini selalu berdampak negatif terhadap Tiongkok dan beberapa Negara emerging market. Kuartal 3 pertumbuhan PDB Tiongkok itu lebih rendah dari perkiraan dan data-data terakhir juga terus menunjukkan pelemahan, produksi industri, juga neraca perdagangnnya terus memburuk,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank Mandiri.

Menurut dia, kalau ketidakpastian terus terjadi memang dampaknya kepada mata uang Negara-neraga emerging market. Selain rupiah, juga ada Ringgit, dan Baht Thailand.

Selain itu pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mempertegas bahwa saat ini hingga ke depan The Fed masih akan hold policy rate-nya.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Rully Arya Wisnubroto, Senior Financial Market Analyst Bank Mandiri. Sumber: BSTV

“Tapi rupiah terhadap mata uang asing lainnya agak mixed. Rupiah melemah terhadap Euro, namun cenderung terapresiasi terhadap Yuan dan Yen. Mungkin pasar masih akan menanti rilis data domestik terkait neraca perdagangan yang saya perkirakan akan mengalami defisit sekitar US$ 200 juta lebih lebar dibanding defisit September,” katanya.

Rully menilai, kalau memang mengalami defisit sudah sesuai dengan perkiraan. Mungkin dampaknya akan berpengaruh dalam satu dua hari perdagangan (Senin, Selasa minggu depan).

“Cuma saya perkirakan tidak akan terlalu banyak terdepresiasi, kisarannya masih akan di 14.050-14.100,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA