Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Petugas jasa penukaran mata uang asing menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan pecahan uang Rupiah di tempat jasa penukaran uang di Kwitang, Jakarta Pusat. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Rupiah Melemah Dipengaruhi Demonstrasi di Tiongkok dan Komentar Fed

Selasa, 29 Nov 2022 | 11:11 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (29/11) pagi melemah, dipengaruhi demonstrasi di Tiongkok dan komentar pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS).

Rupiah pagi ini melemah delapan poin atau 0,05% ke posisi Rp 15.730 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.722 per dolar AS.

“Rupiah masih berpeluang tertekan hari ini terhadap dolar AS,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa.

Baca juga: Pemerintah Usulkan Bank Emas Masuk dalam RUU P2SK

Advertisement

Ariston menyampaikan beberapa faktor atau sentimen yang masih menekan rupiah. Salah satunya demonstrasi besar-besaran di Tiongkok yang bisa mengganggu perekonomian negara itu dan berdampak negatif ke perekonomian negara lain yang terkait erat dengan perekonomian Tiongkok.

“Selain itu kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve (Fed) untuk menekan turun inflasi AS, memicu penguatan dolar AS,” ujar Ariston.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Senin (28/11) bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh, untuk mendapatkan kendali inflasi dan menurunkan kembali menuju target bank sentral 2%.

Dalam wawancara dengan MarketWatch, Bullard mengatakan pasar keuangan meremehkan kemungkinan regulator perlu lebih agresif tahun depan dalam menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi.

Di tempat lain Presiden Fed New York John Williams mengatakan dalam pidatonya di Economic Club of New York bahwa para regulator memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengekang inflasi yang masih terlalu tinggi.

Baca juga: Rupiah Melemah Dipengaruhi Demonstrasi di Tiongkok dan Komentar Fed

Sementara itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi permintaan dolar AS yang biasanya tinggi menjelang akhir tahun untuk kegiatan korporasi seperti pembayaran utang.

“Permintaan yang tinggi sementara suplai tidak bertambah bisa mendorong penguatan dolar AS,” kata Ariston.

Ia memperkirakan hari ini rupiah berpeluang melemah ke kisaran Rp 15.750 hingga Rp 15.780 per dolar AS, dengan potensi penguatan di kisaran Rp 15.680 hingga Rp 15.700 per dolar AS.

Pada Senin, rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,35% ke posisi Rp 15.728 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.673 per dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com