Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

Rupiah Melemah Seiring Pasar Cermati Prospek Suku Bunga Fed

Rabu, 23 Nov 2022 | 14:18 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (23/11), melemah seiring pasar yang masih mencermati prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (Fed).

Rupiah hari ini melemah 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp 15.701 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.697 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Tertekan Kekhawatiran Berlanjutnya Kenaikan Suku Bunga Fed

“Investor mencoba mengukur prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS di masa depan setelah Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menegaskan pada Selasa (22/11) bahwa menurunkan inflasi masih penting untuk bank sentral, sehari setelah dia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil di bulan Desember,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Advertisement

Sebelumnya, Loretta mengatakan bank sentral dapat menurunkan kenaikan suku bunga ke yang lebih kecil mulai bulan depan.

Sementara itu, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan dampak riil dunia dari kenaikan suku bunga kemungkinan lebih besar dari target suku bunga jangka pendeknya.

Pelaku pasar pun terus menilai ulang ekspektasi seberapa tinggi Fed akan menaikkan suku bunga, ketika berupaya menurunkan inflasi dari mendekati level tertinggi dalam 40 tahun.

Baca juga: Rupiah Masih Oke, Ojo Dibandingke...

Presiden Fed St. Louis James Bullard beberapa waktu lalu mengatakan bahwa zona suku bunga acuan yang sesuai adalah di antara 5%-7%, lebih tinggi dari antisipasi pasar.

Sedangkan Presiden Fed Minnesota Neil Kashkari mengatakan bahwa data satu bulan tidak dapat meyakinkan Fed secara berlebihan, karena bank sentral harus terus menjalankan kebijakannya sampai mereka yakin inflasi telah berhenti naik.

Saat ini, pelaku pasar cenderung wait and see rilis risalah pertemuan Fed.

Pada Selasa, rupiah ditutup menguat 16 poin atau 0,1% ke posisi Rp 15.697 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.713 per dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com