Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aa)

Ilustrasi lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aa)

Rupiah Menguat Jelang Rilis Risalah The Fed

Rabu, 23 Nov 2022 | 19:40 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (23/11) menguat, jelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,06% ke posisi Rp 15.687 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.697 per dolar AS.

Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan pergerakan rupiah memang masih terpengaruh oleh pengetatan likuiditas global.

Baca juga: Ekonom: Keputusan Tepat BI Naikan Suku Bunga Acuan

Advertisement

“Saya rasa memang pasar price in untuk kenaikan 50 basis poin (bps) oleh The Fed pada Desember,” ujar Rully, Rabu.

Investor meredam selera risiko mereka menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan The Fed yang dapat memberikan petunjuk tentang prospek inflasi dan suku bunga.

The Fed pada Rabu waktu AS akan merilis risalah dari pertemuan terbarunya. Investor mencari tanda-tanda diskusi seputar memoderasi laju kenaikan suku bunga.

“Sementara dari domestik memang akan sangat terpengaruh oleh global, melihat kemungkinan (Bank Indonesia) BI di Desember akan naik seberapa besar lagi. Selain itu masih menunggu inflasi,” lanjutnya.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada November 2022 kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps dari 4,75% menjadi 5,25%.

Selain bunga acuan, bank sentral juga menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4,5% dan 6%.

Baca juga: Perry Warjiyo: Suku Bunga BI Terukur, Tak Perlu Seagresif Negara Lain

Bank sentral menyatakan keputusan tersebut sebagai langkah lanjutan secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi.

Keputusan tersebut juga untuk memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 2%-4% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp 15.693 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.687 per dolar AS hingga Rp 15.709 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp 15.700 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.716 per dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com