Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM CIMB NIAGA

Rupiah Pekan Ini akan Bergerak di 13.850-13.925

Gora Kunjana, Selasa, 25 Februari 2020 | 10:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (25/2/2020) melemah 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.887 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.872 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (25/2/2020) mengatakan, rupiah melemah pagi ini karena kinerja buruk bursa AS, Dow Jones anjlok yang menyebabkan US Treasury turun ke level terendah.

Rupiah. Foto: IST
Rupiah. Foto: IST

“Kita lihat juga dolar index menguat pada saat bersamaan Chinese yuan melemah kea rah 7,03.Konfigurasi itu ditambah regional currency dan isu politik di Malaysia dengan ringgit tertekan. Itu semua membuat rupiah secara paritas melemah, juga ada market sell off di bond market kita. Permintaan dolar AS juga naik sehingga rupiah merosot. Saya kira ini akan berlanjut sampai dengan akhir minggu ini,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank CIMB Niaga.

Adrian menambahkan, dalam minggu ini rupiah cenderung akan mengalami tekanan. “Saya perkirakan rupiah akan bergerak di range 13.850 sampai 13.925,”ujarnya.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Untuk Maret, Adrian menilai pergerakan rupiah akan lebih menarik lagi. Karena kondisi ekonomi akibat virus korona sudah makin terasa. Stok barang sudah mulai terganggu, situasi di pasar finansial mulai melihat prospek akan adanya tekanan inflasi.

“Karena mulai akhir Maret memasuki April kita akan memasuki bulan puasa, kemudian perekonomian kan melemah di first quarter ini. Maka rupiah jika tidak ada intervensi yang masif akan bergerak di13.900-an,” katanya.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN