Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Petugas menghitung tumpukan mata uang di cash center Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

LAPORAN DARI DEALING ROOM CIMB NIAGA

Rupiah Selasa Dibuka Melemah 30 Poin di 14.265

Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:02 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah 0,21% atau sebesar 30 poin menjadi Rp14.265 dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp14.235 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean kepada BeritasatuTV, Selasa pagi (20/8/2019) memperkirakan rupiah akan berada pada range 14.230 sampai 14. 290, dengan pergerakannya pada kisaran 50 bps.

Menurut dia, ada beberapa sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Dari global minggu ini akan ada banyak events. Yang pertama, katanya, tanggal 23 Agustus , ada pertemuan Jackson Hole di AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Foto: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Foto: BSTV

“Pada tahun 2014, Gubernur European Central Bank Mario Draghi memakai venue di Jackson Hole itu untuk mengumumkan adanya kemungkinan easing di dalam kebijakan moneter ECB. Jadi ada kemungkinan pejabat di ECB akan memakai events di Jackson Hole nanti untuk mengumumkan hal yang sama,” katanya saat ditemui di Dealing Room CIMB Niaga.

“Karena pada second half 2019 memang sudah diperkirakan oleh market bahwa ECB itu akan sedikit melakukan monetary easing tetapi yang mungkin beredar saat ini isunya adalah kemungkinan mereka akan menambah sedikit lagi dosisnya dengan memakai quantitative easing. Seberapa kredibel isu ini kita belum tahu, tapi itu telah menyebabkan euro bergerak ke arah bawah. Dan pergerakan euro ke bawah itu kemudian membuat dolar AS sedikit naik,” katanya.

Yang kedua, dari sudut global, lanjut Adrian, pernyataan presiden Trump yang akan melonggarkan sedikit pemakaian Huawei di AS dan ini memberikan sinyal bahwa perang dagang AS-Tiongkok mungkin sedikit melonggar. Dan itu kemudian menyebabkan risk on yang terjadi menjadi risk off.

“Ini membuat US Treasury 10-tahun itu rebound dari 1,5 menjadi 1,59. Yang ketiga dari sudut pandang domestik,” katanya.

Menurut Adrian, pasar sekarang mengharapkan, menunggu dan menanti hasil keputusan rapat dewan gubernur Bank Indonesia tentang suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate  (BI-7DRRR) yang akan diumumkan Rabu atau Kamis.

“Itu (penurunan suku bunga) adalah kebijakan yang kakan mendrive market akhir –akhir ini. Satu lagi adalah wacana dari pemerintah yang akan mengurangi porsi kepemilikan asing dalam secondary bond market Indonesia. Wacana itu telah menimbulkan sedikit kegoyangan dalam pasar valuta asing,” ujarnya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN