Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Rupiah Senin Ditutup Menguat 99 Poin di 13.673

Gora Kunjana, Senin, 13 Januari 2020 | 17:49 WIB

JAKARTA, investor.id - Ditopang sentimen positif domestik dan global, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, awal pekan (13/1/2020) masih melanjutkan penguatan. Rupiah ditutup naik 99 poin atau 0,72% di level Rp13.673 per dolar AS dibanding posisi hari sebelumnya Rp13.772 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Antara mengatakan, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah mengakibatkan harga minyak mentah dunia kembali melemah, bahkan menyentuh level terendahnya di US$ 59 per barel, yang berdampak positif bagi rupiah.

"Kita harus tahu, bahwa saat ini Indonesia merupakan negara net importir minyak di kawasan Asia Tenggara sehingga akan memberi tekanan terhadap mata uang garuda. Saat harga minyak turun, biaya impor komoditas ini akan ikut turun sehingga neraca perdagangan akan semakin terjaga dan ini akan berdampak positif buat mata uang rupiah," ujar Ibrahim.

Sementara itu, pekan ini pasar juga menanti penandatanganan kesepakatan dagang fase satu antara AS-Tiongkok.

Perang dagang kedua negara yang sudah berlangsung sejak pertengahan 2018 itu diharapkan akan selesai atau setidaknya risiko tereskalasi kembali mengecil.

Dalam kesepakatan dagang fase satu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal Tiongkok senilai US$ 120 miliar nantinya akan dipangkas menjadi 7,5% saja.

Sementara dari pihak Tiongkok, Trump menyebut bahwa Tiongkok akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai US$ 50 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA