Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Rupiah Senin Siang Terkoreksi 10 Poin

Antara, Senin, 18 April 2011 | 13:34 WIB

JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin siang, masih tetap melemah atau terkoreksi, karena pelaku pasar masih melepas mata uang Indonesia, namun aksi lepas rupiah relatif masih kecil. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 10 poin menjadi Rp 8.670 dari sebelumnya Rp 8.660 poin.

Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta menilai, rupiah sejak dua hari lalu masih stabil, karena kadang naik maupun turun, akibat pasar yang tak menentu.

“Kalau melihat pasar internal yang cukup positif rupiah seharus dapat bergerak naik, namun faktor eksternal yang cenderung negatif mengakibatkan pelaku asing lebih cenderung mendekati kondisi dari luar,” katanya.

Edwin Sinaga mengatakan, mata uang Indonesia, kemungkinan sulit untuk bergerak naik lebih jauh, karena pasar eksteral cenderung negatif.

“Pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang tak menentu merupakan faktor utama bagi pasar Eksternal untuk memberikan faktor positif kepada pelaku pasar,” katanya.

Indonesia, lanjut dia, memang masih merupakan pasar yang dapat memberikan keuntungan yang tinggi bagi asing, namun pelaku asing cenderung masih menahan diri untuk tidak melepas semua investasinya di dalam negeri.

"Kami optimistis apabila pelaku melepas semua dana investasinya, maka rupiah akan kembali menguat hingga mencapai level Rp 8.500 per dolar," katanya seperti dikutip Antara.

Kalau melihat fundamental ekonomi nasional, menurut dia, rupiah masih berpeluang untuk menguat lebih jauh, namun mata uang Indonesia itu terlihat masih sulit bergerak naik, karena pasar eksternal masih belum positif.

“Jadi kenaikan rupiah harus didukung oleh kedua pasar baik internal maupun eksternal. Perpaduan kedua pasar akan memberikan dampak positif terhadap pasar domestik,” ucapnya. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA