Menu
Sign in
@ Contact
Search
Rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

Rupiah. (Foto: ANTARA/Shutterstock)

Rupiah Turun di Tengah Ekspektasi Kenaikan Bunga Fed yang Lebih Besar

Rabu, 7 Des 2022 | 18:20 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (7/12) sore turun, di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) yang lebih besar oleh Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,12% ke posisi Rp 15.637 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.618 per dolar AS.

“Dolar AS menguat dipicu ekspektasi pasar bahwa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga yang lebih besar dari yang diperkirakan akhir-akhir ini, pasca perilisan data aktivitas industri sektor jasa AS,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Songsong Era Digital Rupiah

Advertisement

Indeks sektor jasa AS yang dilaporkan oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kenaikan menjadi 56,5 pada bulan lalu dari 54,4 pada Oktober.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa sektor jasa, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, masih solid dalam menghadapi kenaikan suku bunga.

Hasil survei tersebut diikuti dengan laporan optimis lainnya seperti pertumbuhan jumlah tenaga kerja dan pertumbuhan upah yang lebih baik dari estimasi yang dirilis akhir pekan lalu, serta belanja konsumen yang juga melesat naik pada Oktober.

Data ekonomi AS yang kuat minggu ini menunjukkan bahwa tekanan ke atas pada inflasi kemungkinan akan bertahan dalam waktu dekat. Isu ini dapat mengundang lebih banyak langkah hawkish oleh Federal Reserve.

Bank sentral AS itu diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan 50 basis poin (bps) minggu depan telah memperingatkan bahwa suku bunga dapat mencapai puncaknya pada tingkat yang jauh lebih tinggi, jika inflasi terus cenderung meningkat.

Baca juga; Rupiah Masih Oke, Ojo Dibandingke...

Di sisi lain kekhawatiran pasar terhadap kebijakan nol kasus Covid-19 Tiongkok mereda, setelah adanya langkah baru pemerintah Tiongkok untuk lebih banyak pelonggaran aturan pembatasan Covid-19.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.615 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.585 per dolar AS hingga Rp 15.648 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp 15.619 per dolar AS, dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.576 per dolar AS.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com