Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

RUPS Emiten BUMN dan Anak Usaha Sebaiknya Ditunda

Kamis, 26 Maret 2020 | 09:00 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 19 emiten dari kelompok Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak usahanya telah melaporkan rencana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang sebagian besar dijadwalkan pada April 2020. Namun, di tengah masa tanggap darurat wabah Virus Korona atau Covid-19 ini, RUPS tersebut semestinya ditunda.

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy mengatakan, rencana RUPS emiten BUMN dan anak usahanya itu memang sebaiknya dijadwal ulang, jika animo investor publik tetap tinggi untuk hadir secara fisik. “Kemungkinan waktu yang pas adalah dua atau tiga bulan dari sekarang. Pilihannya bisa di akhir Mei 2020,” kata dia di Jakarta, Selasa (24/3).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantisipasi keadaan darurat pandemi Covid-19 dengan melonggarkan batas waktu RUPST. OJK membolehkan pelaksanaan RUPST yang seharusnya dilakukan paling lambat 30 Juni diubah menjadi 31 Agustus 2020.

Penyelenggaraan RUPS juga diperbolehkan dengan mekanisme electronic proxy melalui sistem e-RUPS yang disiapkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sistem ini memungkinkan pemegang saham tidak perlu hadir secara fisik dan cukup diwakili oleh proxy-nya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hadis Surya Palapa mengatakan, manajemen akhirnya memutuskan untuk mengubah jadwal RUPS dari semula 30 Maret menjadi Mei 2020. Kepastian tanggalnya akan diumumkan segera oleh perseroan. “Perubahan ini akan diumumkan resmi melalu media massa pada 26 Maret 2020,” jelas dia.

Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga memutuskan mengubah jadwal RUPST dari semula 16 April menjadi 29 April 2020. Penetapan ini merupakan respons perseroan dalam menindaklanjuti kondisi berkenaan dengan penanganan dan pengendalian terpadu untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) tetap berencana menggelar RUPST pada 26 Maret 2020. Menurut Investor Relations Wika Beton Yushadi, perseroan telah menyiapkan sejumlah protokol. Semisal, undangan untuk peserta dari internal perseroan telah dibatasi. Sementara, kehadiran para pemegang saham juga boleh diwakilkan oleh pihak administrasi efek.

“Kami ada tujuh agenda di RUPST. Yang penting itu adalah kuorum untuk melangsungkan RUPST. Kalau perwakilan dari Wika sebagai induk hadir, maka itu saja sebenarnya sudah cukup karena melampaui ketentuan 50% plus satu,” jelas dia.

Selain Wika Beton, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menjadwalkan rapat pada 31 Maret 2020. Sementara, Wika sebagai induk dari dua anak usaha tersebut, merencanakan RUPS pada 21 April 2020.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk (PPRO) Indaryanto mengatakan, pihaknya cenderung menunggu arahan dari induk usaha perseroan, yakni PT PP Tbk (PTPP) terkait kebijakan RUPST. Sejauh ini, manajemen menilai yang menjadi tantangan bukanlah kuorum atau tidak kuorum, melainkan pembatasan peserta rapat dari kelompok investor publik.

“Kalau mereka mau hadir tanpa diwakilkan, manajemen tidak berhak melarang. Undangan pun sudah tersebar lewat media massa. Sekarang yang kami lakukan adalah terus mencermati perkembangan selanjutnya dari Covid-19,” jelas dia.

PP Properti merencanakan rapat umum pemegang saham pada 14 April 2020. Sebelum perseroan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menjadwalkan rapat pada 8 April 2020. Kemudian, PP sebagai induk usaha akan melangsungkan rapat pada 16 April 2020.

Buyback Saham

Sementara itu, Kementerian BUMN terus memantau realisasi dari pembelian kembali (buyback) saham dari para emiten BUMN di tengah pelemahan harga saham yang belum mereda. Baru-baru ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya memahami belum semua emiten BUMN mampu merealisasikan buyback saham dalam waktu cepat. Periode emiten untuk merealisasikan buyback secara bertahap diserahkan kepada kemampuan setiap emiten.

Hingga kini, sebanyak 11 BUMN menyatakan komitmen mengalokasikan dana buyback hingga Rp 8,75 triliun selama periode tiga bulan ke depan. Kelompok bank BUMN menjadi emiten dengan komitmen dana paling besar, seperti Bank BRI dengan alokasi dana hingga Rp 3 triliun dan Bank Mandiri sebanyak Rp 2 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN