Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Sah, Indika Energy (INDY) Akan Jual Saham Petrosea

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:52 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) resmi akan menjual seluruh saham anak perusahaannya, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) yang dimiliki sebanyak 69,8%. Rencana ini telah mengantongi persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pagi ini.

“INDY memperoleh persetujuan menjual seluruh saham yang INDY punya di PT Petrosea yang saat ini kita miliki kurang lebih 69,8% dengan nilai transaksi US$ 146,6 juta. Jadi 100 persennya kurang lebih US$ 210 juta,” ujar Wakil Direktur Utama dan Grup CEO Indika Energy Azis Armand dalam paparan publik INDY, Jumat (20/5/2022).

Penjualan 704,01 juta saham PTRO kepada PT Caraka Reksa Optima telah efektif pada 25 Februari 2022 melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (PPJB). Setelah rencana transaksi dilaksanakan, PTRO tidak lagi menjadi anak perusahaan INDY dan tidak akan dikonsolidasi dalam laporan keuangan perseroan.

Baca juga: Garap Motor Listrik, Indika Energy (INDY) Gandeng Alpha JWC dan Horizons Ventures

“Tentu saja nanti ketika transaksi terjadi, transaksi tersebut akan dilakukan dengan mata uang rupiah, soal konversi itu diatur dalam perjanjian-perjanjian beli bersyarat yang sudah kita tanda tangani,” terang Azis lebih lanjut.

Dalam fakta material PPJB PTRO, manajemen INDY memastikan rencana transaksi tersebut tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan. Direktur PT Indika Energy Tbk Kamen K Palatov pun menjelaskan, divestasi PTRO merupakan salah satu strategi perseroan untuk mengurangi eksposur pada bisnis batu bara, sekaligus arahan untuk diversifikasi dari batu bara.

“Kami berharap untuk menyelesaikan transaksi ini pada akhir Juni 2021,” ungkap Kamen dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya, INDY juga telah mengurangi eksposur dari bisni batu bara melalui penjualan 51% saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) kepada PT Galley Adhika Arnawama pada 6 Agustus 2021 silam. Nilai transaksinya sebesar US$ 41,31 juta, berdasarkan valuasi 100% basis saham yang disepakati senilai US$ 81 juta. Transaksi ini selesai pada 8 Oktober 2021.

Baca juga: Sentimen Ini Jadi Pendorong IHSG Ngebut di Zona Hijau

INDY menargetkan, 50% pendapatan perseroan pada 2025 akan berasal dari bisnis non-batu bara, serta mencapai net zero emissions pada 2025. Karena itu mereka melakukan transformasi bisnis secara besar-besaran.

Saat ini Indika Energy memiliki portofolio baru, meliputi lima sektor. Pertama, sektor logistik dan infrastruktur, terdiri dari aset logistik, jasa engineering procurement construction (EPC), infrastruktur, dan penyimpanan bahan bakar. Kedua, sektor mineral yakni emas, metal, dan mineral lainnya. Ketiga, bisnis hijau yakni energi terbarukan, kendaraan listrik, dan solusi alam. Keempat, digital ventura yakni transformasi digital dan analitik. Kelima, sektor lain-lain seperti inkubasi bisnis untuk pengembangan bisnis baru.

Sebelumnya, portofolio bisnis INDY terbagi dalam tiga sektor, yakni sumber daya energi (eksplorasi lapangan untuk sumber daya, produksi, dan perdagangan batu bara), jasa energi (jasa kontrak penambangan batu bara dan EPC di minyak & gas), dan infrastruktur energi (pembangkit listrik tenaga batu bara). (C02)

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN