Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Foto: Perseroan

Salah satu tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Foto: Perseroan

Saham Antam Masuk MSCI, Rekomendasi Malah 'Hold'?

Rabu, 10 Februari 2021 | 23:05 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi penghuni baru MSCI Global Standard Index yang akan berlaku pada 26 Februari 2021. Hal itu dinilai semakin berdampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham ANTM.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama mengatakan, likuiditas saham Aneka Tambang atau Antam tentu dapat dijadikan pertimbangan investor. Terlebih, saat ini pergerakan harga komoditas juga masih cukup menarik, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada kenaikan kinerja keuangan Antam pada 2021.

“Untuk saat ini, ANTM diperdagangkan dengan harga yang relatif premium atau berada di atas harga wajarnya. Kami masih merekomendasikan hold dengan target harga Rp 2.230,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (10/2).

Pada penutupan perdagangan Rabu, ANTM melesat 7,33% ke posisi Rp 2.930 dengan kapitalisasi pasar Rp 70,41 triliun. Sebagai informasi, ANTM selama Januari lalu telah menguat 14,73%. Harga tertinggi sempat menyentuh Rp 3.440 dan terendah Rp 1.940 pada Januari 2021.

Tahun ini, Antam bersama induknya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau Mining Industry Indonesia (MIND ID) akan terlibat dalam Indonesia Battery Holding (IBH) atau inisiatif pemerintah mengembangkan industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Selain MIND ID, nantinya IBH juga akan terdiri atas PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Sebelumnya, SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, mengingat rencana pengembangan baterai nasional ini bersifat strategis dan diproyeksi memiliki demand yang tinggi, baik domestik dan luar negeri, maka kesempatan ini menjadi prospek perseroan untuk memperkuat portofolio komoditas nikel.

“Terlebih dengan komposisi anggota MIND ID saat ini, membuka kesempatan sinergi pengelolaan aset pertambangan nasional untuk mendukung pengembangan hilirisasi bisnis mineral yang terintegrasi,” kata dia kepada Investor Daily.

Pada 2021, kata Kunto, Antam fokus pada ekspansi pengolahan mineral bersifat hilir dan perluasan basis cadangan serta sumber daya. Perseroan juga terbuka menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada. Selain itu, perseroan berupaya menurunkan lebih lanjut cash cost dan meningkatkan daya saing biaya, serta peningkatan kinerja bisnis inti.

Adapun Antam mencatatkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas yang solid sepanjang 2020. Pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan ini mencerminkan keberhasilan perseroan di tengah pandemi Covid-19.

Sepanjang kuartal IV-2020, Antam mencatatkan produksi feronikel unaudited sebesar 6.837 TNi, bertumbuh 7% dibandingkan kuartal III-2020 sebesar 6.371 TNi. Sedangkan penjualan feronikel unaudited pada kuartal IV-2020 tercatat mencapai 6.639 TNi, bertumbuh 2% dibandingkan dengan kuartal III-2020. Alhasil, sepanjang 2020, produksi dan penjualan feronikel tercatat sebesar masing-masing 25.970 TNi dan 26.163 TNi. 

Lebih lanjut, Antam fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik. Hal ini seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas.

Antam membukukan tingkat penjualan emas unaudited sebesar 6.921 Kg (222.515 t oz) pada kuartal IV-2020. Sedangkan tingkat produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 388 Kg (12.474 t oz). Secara akumulatif, jumlah produksi dan penjualan emas sepanjang 2020 tercatat sebesar 1.672 kg (53.756 t oz) dan 21.797 kg (700.789 t oz).

Sementara itu, untuk bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel, pada kuartal IV-2020, perseroan mencatat produksi sebanyak 1,9 juta wmt, bertumbuh 28% dibandingkan kuartal III-2020 yang sebesar 1,49 juta wmt. 

Sedangkan penjualan unaudited bijih nikel tercatat sebesar 2,09 juta wmt, tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tingkat penjualan pada 3Q20 sebesar 1,04 juta wmt. Sepanjang 2020, produksi bijih nikel Antam mencapai 4,76 juta wmt dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 3,3 juta wmt.

Pada segmen bauksit, Antam mencatatkan volume produksi bauksit unaudited sebesar 255 ribu wmt dan tingkat penjualan bauksit mencapai 276 ribu wmt pada kuartal IV-2020. Alhasil, penjualan bauksit unaudited Antam mencapai 1,23 juta wmt dengan produksi bauksit unaudited mencapai 1,55 juta wmt sepanjang 2020.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN