Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melewati papan pergerakan saham Bursa Efek Tokyo dan Bursa Efek New York. Foto ilustrasi: Kazuhiro NOGI / AFP

Pejalan kaki melewati papan pergerakan saham Bursa Efek Tokyo dan Bursa Efek New York. Foto ilustrasi: Kazuhiro NOGI / AFP

Saham Asia Jatuh, Saham Tencent Melonjak Setelah Laba Melampaui Ekspektasi

Gora Kunjana, Kamis, 14 Mei 2020 | 11:01 WIB

JAKARTA, investor.id – Saham-saham di bursa Asia diperdagangkan lebih rendah pada Kamis pagi karena rilis data menunjukkan pekerjaan di Australia jatuh pada bulan April.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,68% pada perdagangan pagi hari sementara indeks Topix juga turun 0,73%. Pun Kospi Korea Selatan menurun 1,08%.

Saham China Daratan menurun pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai melemah 0,56%, sementara komposit Shenzhen terpangkas  0,365%.

Indeks Hang Seng Hong Kong terkikis 1,26%, meskipun saham raksasa teknologi Cina Tencent melonjak 1,82% setelah perusahaan membukukan laba kuartal pertama yang mematahkan ekspektasi.

Pendapatan game online tumbuh 31% YoY menjadi 37,3 miliar yuan. Total pendapatan game smartphone mencapai 34,7 miliar yuan untuk kuartal Maret. Analis di bank investasi Jefferies memperkirakan angka pendapatan 31,6 miliar yuan.

Saham di Australia juga lebih rendah, dengan S & P / ASX 200 turun 1%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia-ex Jepang diperdagangkan 0,92% lebih rendah.

Di depan data ekonomi, lapangan kerja yang disesuaikan secara musiman di Australia turun 594.300 orang pada April dibanding Maret, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik negara itu pada hari Kamis.

Bursa Amerika jeblok

Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung berswafoto di depan patung yang dikenal sebagai Charging Bull di dekat bursa
saham New York di Wall Street, New York, AS, Senin (23/3.2020). Foto: Angela Weiss / AFP
Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung berswafoto di depan patung yang dikenal sebagai Charging Bull di dekat bursa saham New York di Wall Street, New York, AS, Senin (23/3.2020). Foto: Angela Weiss / AFP

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 516,81 poin menjadi ditutup pada level 23.247,97. Sementara S&P 500 menyelesaikan hari perdagangannya sekitar 1,75% lebih rendah pada 2.820. Nasdaq Composite turun 1,6% ditutup pada 8.863,17.

Pelemahan bursa di Amerika Serikat terjadi ketika Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan Rabu bahwa lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mendukung ekonomi.

"Walaupun respons ekonomi tepat waktu dan cukup besar, itu mungkin bukan bab terakhir, mengingat bahwa jalur di depan keduanya sangat tidak pasti dan tunduk pada risiko penurunan yang signifikan," kata Powell dalam sambutannya yang dipersiapkan untuk acara webcast dengan Peterson Institut Ekonomi Internasional.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, terakhir di 100,238 setelah naik dari level di bawah 100 kemarin.

"Kenaikan pertengahan minggu dalam indeks USD (DXY) ke 100,2 tidak semata-mata disebabkan oleh dorongan Ketua Fed Powell terhadap suku bunga negatif AS," tulis ahli strategi di DBS Group Singapura dalam catatan Kamis.

"Peringatannya tentang kemungkinan resesi yang lebih dalam dan lebih lama tanpa stimulus fiskal tambahan mengurangi selera risiko."

Presiden Donald Trump saat memberikan pengarahan harian mengenai virus corona penyebab Covid-19 di Ruang Pengarahan Brad, di Gedung Putih, Washington DC pada 21 April 2020. Presiden Trump memastikan akan menandatangani perintah blokir imigrasi sebagian ke Amerika Serikat pada 22 April 2020 untuk melindungi para pekerja dari kejatuhan ekonomi. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )
Presiden Donald Trump.  Foto: MANDEL NGAN / AFP

"Sederhananya, langkah-langkah stimulus yang mendorong pasar pada bulan April masih tidak cukup untuk memastikan pemulihan," kata para ahli strategi. "Optimisme dari pembukaan kembali ekonomi juga telah dinodai oleh ketakutan akan gelombang kedua infeksi danTiongkok,” kata Presiden Trump menjelang pemilihan AS pada November.

Yen Jepang diperdagangkan pada 106,87 setelah melihat level di sekitar 106,8 kemarin. Dolar Australia berada di US$ 0,6428 setelah melemah dari tertinggi di atas US$ 0,654 yang terlihat sebelumnya pada minggu perdagangan.

Harga minyak bervariasi pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent turun 0,45% menjadi US$ 29,06 per barel. Minyak mentah berjangka AS, di sisi lain, naik 0,16% menjadi US$ 25,33 per barel.

Sumber : CNBC

BAGIKAN