Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks Harga Saham Ganungan di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Ganungan di Bursa Efek Indonesia

Saham BAJA, NIKL, FIRE, dan INAF Ditutup “Auto Reject” Atas

Muhammad Ghafur Fadillah, Kamis, 16 Januari 2020 | 16:44 WIB

JAKARTA, Investor.id – Indeks harg saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat tipis 2,68 (0,04%) menjadi 6.286,05 setelah bergerak melemah sepanjang hari ini. Penguatan tersebut didukung atas kenaikan sejumlah sector saham, khususnya perdagangan.

Kenaikan tersebut didukung atas penguatan sebanyak 195 saham, 189 saham turun, dan 169 saham stagnan. Nilai transaksi harian di BEI mencapai Rp 7,37 triliun. Investor asing mencatat transaksi jual bersih (net sell) di semua pasar sebesar Rp 731,87 miliar.

Pemodal asing membukukan penjual bersih (net selling) saham hingga Rp 731 miliar. Penjualan asing terbesar dicatatkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 349 miliar, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) hingga Rp 234 miliar, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sebesar Rp 62 miliar.

Berdasarkan data dari RTI, terdapat empat saham yang ditutup hingga mengalami penolakan otomatis (auto reject) kenaikan harga, yaitu  saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menguat 33,9% menjadi Rp 79, saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik 25% menjadi Rp 675, saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) menguat 24,58% menjadi Rp 294, dan saham PT Indofarma Tbk (INAF) menguat 24,58% menjadi Rp 735.

Sementara itu, saham-saham yang harganya turun paling tajam (top losers), yaitu antara lain saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB), PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Bima Sakit Pertiwi Tbk (PAMG).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA