Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

FED TURUNKAN SUKU BUNGA ACUAN

Saham Bank dan Consumer Good Diperkirakan Naik

Nabil Al Faruq, Jumat, 2 Agustus 2019 | 06:16 WIB

JAKARTA, investor.id –Bank sentral Amerika, Federal Reserve atau The Fed akhirnya menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak krisis hebat yang terjadi di tahun 2008, sebesar 25 basis poin.

Dengan adanya penurunan suku bunga The Fed, Bank Indonesia (BI) diharapkan juga akan menurunkan lagi suku bunganya.

”Melihat The Fed menurunkan suku bunga, ada kemungkinan BI akan sedikit berhati-hati untuk menurunkan suku bunga,” kata Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee, Kamis (1/8/2019).

Menurut Hans, BI akan menurunkan suku bunga lagi sekitar 25 basis poin, hal tersebut akan terjadi pada kuartal 3 atau di awal kuartal 4. Namun Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan bahwa kejadian tersebut adalah hal yang positif untuk memperbaiki ekonomi.

“Jadi mereka melihat sudah ada indikasi atau pelemahan ekomoni, lalu mereka bertindak menurunkan suku bunga supaya bisa boosting kembali,” ujar William.

Kemudian dari sisi LQ45, menurut Hans, laba dan pendapatan pada semester II ini diperkirakan akan berjalan dengan baik. Pasalnya ekonomi saat ini masih sedang dalam proses. Sementara itu, dari sektor saham yang akan berpotensi naik adalah sektor banking.

“Menurut kami, sektor banking yang akan naik seperti, Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) itu akan meningkat. Tapi consumer good juga akan membaik, biarpun saat ini ada pelambatan,” kata Hans.

Dengan pertama kalinya diturunkan suku bunga The Fed sejak krisis 2008, dana asing masih akan terus bergerak masuk ke Indonesia. “Investasi yang ada di Indonesia ini masih menarik, selain itu kita juga masih bertumbuh,” kata Hans.

Sedangkan menurut William, masuknya dana asing diperkirakan tidak berubah banyak, hal ini lebih menarik untuk kredit. Kemudian untuk saham, diproyeksikan aka nada sedikit capital outflow namun tidak begitu besar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN