Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja IHSG Kamis pagi (26/3/2020) Sumber: BSTV

Kinerja IHSG Kamis pagi (26/3/2020) Sumber: BSTV

Saham Blue Chips Merekah, KAEF dan INAF Jawara

Listyorini, Kamis, 26 Maret 2020 | 10:33 WIB

JAKARTA, Investor.id - Saham-saham unggulan (blue chips) LQ 45, pagi ini "merekah", setelah berhari-hari lesu terkena tekanan jual. Satu jam setelah pembukaan perdagangan, Kamis (26/3/2020), indeks LQ 45 naik sekitar 51 poin ke level 618,54.

Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami rally menyusul bursa global yang sudah menguat  sebelumnya. Berdasarkan data RTI, Kamis pukul 10.30 WIB, IHSG naik 7,2% ke level 4.220.952. Disetujuinya paket stimulus fiskal oleh Senat AS senilai US$ 2 triliun menjadi angin segar untuk pelaku pasar saham.

Pada perdagangan Rabu (Kamis pagi), Indeks Dow Jones Industrial Average melanjutkan penguatan, (rally) dalam dua hari berturut-turut. Jika diakumulasi, dalam dua hari ini Dow melonjak 13%. Setali tiga uang, indeks bursa saham Eropa rata-rata ditutup naik cukup tajam. FTSE naik 4,45%, CAC 40 menguat 4,47%, DAX naik 1,79%, dan Euro Stoxx naik 3,13%.

Bursa saham Asia, kemarin, juga ditutup naik.  Namun, hari ini Nikkei mengalami koreksi 4% pada pembukaan perdagangan karena Jepang memberlakukan lockdown. Demikian juga STI yang turun 0,65%.

Hampir semua saham-saham LQ 45 mengalami penguatan. Namun jawaranya tetap saham emiten farmasi. Hingga berita ini diturunkan pukul 10.00 WIB, harga saham PT Kalbe Farma Tbk (KAEF) naik tajam sebesar 21,65% menjadi Rp 1.265. Sedangkan harga saham PT Indofarma naik 21,02% menjadi Rp 1,065. Dalam sepekan ini, saham sektor farmasi banyak diburu investor sebagai dampak naiknya penjualan akibat pendemi virus corona (COVID-19)

Saham-saham sektor perbankan juga mengumpulkan poin-poin penguatan. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), yang selama ini tiarap terkena tekanan jual, hari ini bangkit. Harga saham BMRI dan BBNI menguat masing-masing 12,69% dan 6,96%.

Saham sektor perbankan sepertinya saling berlomba mengumpulkan poin-poin penguatan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pagi ini naik 12,78% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 9,84%.

Langkah-langkah stimulus akan terus menjadi katalis penggerak pasar. Semalam, Senat AS akhirnya menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan Pemerintah Trump sebesar US$ 2 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19).

“Ini adalah tingkat investasi masa perang ke negara kita," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell dalam sebuah pidato yang mengumumkan hal itu. Proses persetujuan paket stimulus tersebut cukup alot, setelah berhari-hari negosiasi antara anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan pembantu lainnya untuk kebijakan Presiden Donald Trump.

Paket stimulus yang diajukan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin senilai US$ 2 triliun. Rinciannya, US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu

Mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke juga mengatakan Rabu bahwa ekonomi AS akan mengalami rebound cepat setelah resesi "sangat tajam". "Jika tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi pada tenaga kerja, pada bisnis selama periode shutdown, betapapun lama itu, maka kita bisa melihat rebound yang cukup cepat," kata Bernanke kepada CNBC's "Squawk Box."

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN