Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

Saham BRI Jadi Pilihan Teratas

Selasa, 19 Januari 2021 | 05:03 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mendapatkan sentimen positif dari upaya pemerintah dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, merger dan akuisisi dengan beberapa BUMN dalam rangka menciptakan raksasa pembiayaan UMKM bakal menjadi faktor penguat kinerja perseroan.

Tim riset Sinarmas Sekuritas mengungkapkan, BRI akan memperoleh manfaat besardari upaya pemerintah tersebut. Sebab itu, saham BRI dipertahankan sebagai saham pilihan teratas di sektor perbankan.

Penilaian itu juga dilandasi oleh ekspektasi lonjakan kinerja keuangan BRI tahun ini dibandingkan tahun 2020. Laba bersih perseroan diprediksi meningkat menjadi Rp 25,6 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu yang sebesar Rp 18,3 triliun.

Begitu juga dengan margin bunga bersih (NIM) perseroan diprediksi meningkat menjadi 6,1% tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu sekitar 5,8%.

“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit BRI sebesar 7,5% tahun ini, yang didukung oleh berlanjutnya stimulus pemerintah terhadap UMKM. Sementara, pertumbuhan simpanan diperkirakan sebesar 4,9% hingga akhir tahun ini,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas dalam risetnya.

Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID
Bank BRI. Foto ilustrasi: DAVID

Adapun pertumbuhan keuntungan perseroan tahun ini akan ditopang oleh upaya perseroan dalam menekan biaya dana (cost of fund/CoF). Hal itu seiring dengan langkah perseroan yang secara terus menerus memangkas bunga simpanan dan deposito.

Sinarmas Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap rencana merger & akuisisi antara perseroan, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). M&A merupakan terobosan pemerintah untuk meningkatkan level UMKM di dalam negeri. M&A akan membentuk sinergi dan integrasi data yang memungkinkan BRI untuk menjangkau lebih banyak nasabah.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.100. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 2,9 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perbaikan seluruh indikator keuangan BRI. Tahun ini, laba bersih BRI diproyeksikan naik menjadi Rp 25,6 triliun dibandingkan perkiraan tahun lalu yang sebesar Rp 18,3 triliun.

Di lain pihak, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun juga mengungkapkan, BRI diuntungkan oleh langkah pemerintah yang fokus mendukung UMKM di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah tersebut diperkirakan terus berlanjut hingga tahun ini, sehingga bisa mendukung pertumbuhan perseroan.

Lee Young Jun memperkirakan pertumbuhan kredit dan simpanan BRI bertumbuh masing-masing 8,4% dan 6,9% tahun ini. Pertumbuhan kredit akan ditopang oleh permintaan dari segmen UMKM.

“Kami juga memperkirakan bahwa LDR perseroan bakal bertahan pada kisaran 80%, sejalan dengan masih rendahnya permintaan kredit,” tulis dia dalam risetnya.

Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID
Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Dia pun memperkirakan restrukturisasi kredit perseroan akan berjalan dengan baik tahun ini, sehingga bisa berdampak positif terhadap kualitas aset BRI. Lalu, biaya kredit (cost of credit/CoC) perseroan diprediksi turun tahun ini. Begitu juga dengan biaya provisi yang diperkirakan turun tahun ini. Hal itu semua bakal menjadi katalis positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Karena itu, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 5.580. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan ROE perseroan sebesar 12,4% tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi 14,5% pada 2022.

Tahun ini, laba bersih BRI diproyeksi melonjak menjadi Rp 27,92 triliun dibandingkan perkiraan tahun 2020 yang sebesar Rp 15,12 triliun. Laba operasional sebelum provisi (PPOP) diproyeksi meningkat menjadi Rp 61,37 triliun tahun   ini dibandingkan perkiraan tahun 2020 yang sebesar Rp 55,9 triliun.

Belum lama ini, harga saham BRI sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high).

Dirut BRI Sunarso. Foto: IST
Dirut BRI Sunarso. Foto: IST

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pencapaian itu merupakan bukti kepercayaan investor terhadap strategi perseroan dalam menghadapi pandemi yang saat ini masih terjadi.

“Saham BRI yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa merupakan sinyal positif bahwa investor memberikan respons positif terhadap penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik oleh BRI. Sustainability itu dihargai lebih tinggi dari pada sekadar membukukan laba yang tinggi,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Sunarso optimistis kinerja tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2020, dengan penyaluran kredit diproyeksikan tumbuh 6%.

“Optimisme ini selaras dengan sinyal kebangkitan dari UMKM yang merupakan fokus utama bisnis BRI,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN